Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Hasil Hitung Cepat Meresahkan, 7 Lembaga Survei Akan Diaudit

- Rabu, 09 Juli 2014 19:39 WIB
394 view
Hasil Hitung Cepat Meresahkan, 7 Lembaga Survei Akan Diaudit
Calon Presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto (tengah) memberi pernyataan tentang kemenangannya dalam hasil hitung cepat (Quick Count) didampingi calon wakil presiden, Hatta Rajasa (kanan), Ketua umum partai Golkar, Aburizal Bakrie (kiri) dan sejumlah par
JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) mengancam mengaudit 7 lembaga survei terkait hasil hitung cepat yang memuat hasil saling bertentangan sehingga, dijadikan dasar bagi kedua pasangan capres-cawapres mengklaim kemenangan.

"Kami akan akan mengaudit anggota lembaga survei yang bernaung di bawah persepi, untuk klarifikasi apakah metodologi mereka sesuai dengan keilmuan, apakah proses dilakukan sesuai dan tidak melanggar kode etik. Dan itu akan kami umumkam ke publik mengenai misalnya, klaim oleh kedua belah pihak itu," kata Anggota Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu (9/7).

Ketujuh lembaga survei itu adalah Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator, SMRC, Cyrus Network, Populi Center, JSI, dan Puskaptis.

Dari keseluruhan lembaga tersebut JSI dan Puskaptis merilis hasil yang berbeda dengan lembaga survei lainnya dimana mayoritas diantaranya meyakini, pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Jokowi-Hatta yang muncul sebagai pemenang dalam hitung cepat.

"Seperti kita tahu hasil sesungguhnya secara resmi (diumumkan) dari KPU. Kami hanya ingin mengklarifikasi dan memastikan bahwa proses keilmuannya berjalan secara benar. Supaya masyarakat dapat kejelasan karena ada dua hasil yang berbeda," ujarnya.

Menurutnya, adanya perbedaan hasil hitung cepat bisa saja disebabkan karena adanya manipulasi sampel data atau manipulasi metodologi sehingga hasil yang dirilis diragukan dasar-dasar keilmuannya. Jika ditemukan adanya pelanggaran maka pihaknya akan memberikan sanksi administrasi atau dikeluarkan dari keanggotaannya dari Persepi.

"Itu bisa dua-duanya makanya kita harus audit. Di mana persoalannya kenapa hasilnya bisa berbeda? Padahal datanya semua dari proses pemilu yang sama," katanya.  berita satu.com

SHARE:
beritaTerkait
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Melanda Jalan Datuk Bandar Tembilahan, Petugas Terkendala Air dan Akses
Polsek Kateman Tanam 200 Bibit Mangrove Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026
Kapolres Indragiri Hilir Bersama PJU Cek Bank Pohon dan Berikan Hadiah Pohon kepada Personel yang Berulang Tahun
Bunda PAUD Inhil Terima Kunjungan Mahasiswa KKN UNRI
Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
komentar
beritaTerbaru