BEIJING, Pesisirnews.com - China memperingatkan strategi ekspansi NATO pasca invasi Rusia ke Ukraina, mendorong dunia menuju Perang Dingin baru yang bertentangan dengan keinginan orang di mana-mana.
Kemarin NATO meminta Beijing untuk 'menahan diri' dari mendukung upaya perang Rusia dengan cara apa pun dan menuduh China memperkuat narasi palsu dari Moskow.
Namun, kedutaan China di Uni Eropa (UE) mengatakan bahasa seperti itu dimaksudkan untuk "mengipasi api untuk menimbulkan masalah."
Baca Juga:
"Sebagai sisa Perang Dingin dan aliansi militer terbesar di dunia, NATO mengikuti konsep keamanan yang sudah ketinggalan zaman," kata kedutaan China dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CGTN, Sabtu (26/3).
"Kita harus tetap waspada dan mengatakan tidak pada 'Perang Dingin baru', yang bertentangan dengan tren sejarah dan aspirasi orang-orang di seluruh dunia."
Baca Juga:
[br]
China telah berulang kali menanggapi tuduhan Barat bahwa mereka berpihak pada Vladimir Putin dengan menyatakan bahwa mereka mengakui hukum internasional dan kedaulatan Ukraina, tetapi juga bahwa masalah keamanan yang menurut Rusia memicu konflik tidak dapat diabaikan.
Pernyataan kedutaan China menegaskan kembali posisi itu serta keinginan China untuk melihat penghentian permusuhan diantara kedua negara. (PNC)