JAKARTA, Pesisirnews.com - Berkaca pada kondisi Pemilu 2019 di mana banyak jatuh korban sakit hingga meninggal dunia dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena mengalami kelelahan, jelang Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengantisipasi kasus kelelahan dan kematian petugas KPPS.
Ketua KPU RI, Ilham Saputra mengatakan, pihaknya akan siapkan skema perbaikan teknis pemilu serentak 2024 nanti.
"Pertama tentu kita ingin orang yang terpilih nanti adalah orang yang sehat. Kita punya PKPU tentang rekrutmen petugas di pemilihan atau Pilkada itu kita batasi umurnya 20 tahun sampai 45 tahun," kata Ilham di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (14/2) malam.
Baca Juga:
Hal tersebut dilakukannya untuk mencegah kasus kelelahan dan kematian petugas KPPS terjadi di Pemilu 2019 terulang. Dimana di tahun tersebut Ratusan petugas KPPS meninggal dunia.
Ilham menyebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait pemeriksaan kesehatan petugas KPPS hingga pengadaan ambulans.
Baca Juga:
"Kita sudah berkoordinasi dengan Kemenkes agar mereka, pemeriksaan kesehatan secara mendalam dan gratis di Puskesmas atau instansi pemerintah kesehatan lainnya," tegas Ilham.
[br]
"Kemudian kita juga memastikan koordinasi dengan Kemenkes ini juga bisa menyiapkan ambulans di setiap kecamatan atau kelurahan agar kemudian nanti jika ada kelelahan bisa cepat kita antisipasi," lanjut Ilham.
Dalam persiapan juga kata Ilham, hingga kini belum ada jumlah pasti petugas Pemilu serentak 2024 nanti. Namun, menurut dia diprediksi jumlahnya akan mencapai lebih 5 juta orang.
"(Jumlahnya) Kita masih menghitung, sekitar 2 juta lebih mungkin jumlah petugas. Apalagi jika digabung dengan KPU RI, KPU provinsi, KPU Kabupaten kota bisa lebih dari 5 juta," pungkas Ilham. (PNC/KBRN)