Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Setelah di Kritik oleh Direktur(IPR)Ujang Komarudin:Kiai Ma ruf Amin Ini Katanya Soal Mobil EsemKa

Haikal - Jumat, 09 November 2018 12:46 WIB
5.306 view
Setelah di Kritik oleh Direktur(IPR)Ujang Komarudin:Kiai Ma ruf Amin Ini Katanya Soal Mobil EsemKa
Gambar ini terus beredar di media sosial. (IST)

JAKARTA-Setelah dikritik Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, agar Kiai Ma'ruf Amin hati-hati dalam menerima dan menyampaikan informasi, termasuk rencana produksi besar-besaran mobil Esemka. Kini, Cawapres Jokowi yang melepas amanah sebagai Rais Aam PBNU itu, kembali berbicara.

Kiai Ma'ruf meminta semua pihak menunggu produksi mobil Esemka menjadi produk ekonomi nasional. "Ya, kita tunggu saja nanti ya," kata Ma'ruf kepada wartawan di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Kamis, (8/11) sebagaimana dikutip rmol.

Dikatakan Ma'ruf, nantinya mobil Esemka akan diproduksi oleh pihak swasta maupun pemerintah. "Ya, kita dorong saja, ekonomi nasional," ucap Ma'ruf.

Baca Juga:

Kiai Ma'ruf menegaskan, sebenarnya produksi mobil Esemka merupakan wewenang pihak swasta. "Swasta yang ingin membangun dari mobil bengkel menjadi mobil pabrikan," kata dia.

Sebelumnya Kiai Ma'ruf di depan ribuan santri di Jember mengatakan, bahwa, mobil Esemka akan diproduksi pada Oktober 2018 secara besar-besaran. Namun hingga saat ini tak kunjung diproduksi.

Baca Juga:

"Itu kan swasta, nggak ada urusannya orang mau bikin. Orang jadi, nggak jadi, urusan dia kan," pungkasnya.

Jadi yang salah swasta? Ironis, memang, meski belakangan disebut urusan swasta, proyek ini telah menjadi 'jualan' kampanye pemerintah. Tak urung, sebagai mantan Rais Aam, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kiai Ma'ruf diminta hati-hati terkait informasi publik.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan semestinya sebagai seorang calon pemimpin, Ma'ruf Amin mencerna dengan baik terlebih dahulu semua informasi yang dia peroleh. Termasuk terkait dengan produksi mobil Esemka.

"Jadi, memang harus hati-hati dalam menerima informasi," tegasnya. (rmol/duta.co)

SHARE:
beritaTerkait
Wabup Yuliantini Tegaskan Komitmen Bersama Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting
Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama
Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor
Kapolda riau konfrensi pers tindak Pidana lingkungan hidup penggerusakan 133 ha hutan mangrove di kab. Rohil
Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru