Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Pak Prabowo, Tak Efektif Biarkan Sandi Kampanye Sendiri

- Kamis, 18 Oktober 2018 13:12 WIB
311 view
Pak Prabowo, Tak Efektif Biarkan Sandi Kampanye Sendiri
Internet

Pesisirnews.com - Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, kecenderungan saat ini calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih banyak turun berkampanye dibanding calon presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, Sandi belum dikenal masyarakat Indonesia secara luas. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut cenderung baru menjadi pembicaraan masyarakat di media sosial, saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. 

"Bisa jadi memang kesengajaan (Sandi lebih banyak turun daripada Prabowo). Karena sandi belum banyak dikenal masyarakat, sehingga harus banyak turun ke masyarakat," ujar Maksimus kepada JPNN, Rabu (17/10). 

Baca Juga:

Menurut pengajar di Universitas Mercu Buana ini, jika langkah Sandi lebih banyak turun dibanding Prabowo merupakan strategi, maka kebijakan itu kurang tepat. Karena tidak akan efektif meningkatkan elektoral secara signifikan.

"Harusnya mereka sama-sama turun ke masyarakat, sehingga bisa saling memperkuat. Ingat, lawan tanding kali ini itu kan petahana," ucapnya. 

Baca Juga:

Saat ditanya apakah kesan kurang bergairahnya Prabowo turun berkampanye dipengaruhi terungkapnya kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini belum melihat hal tersebut. 

"Saya belum melihat penyebabnya karena hal itu (terungkapnya kasus hoaks Ratna Sarumpaet). Tapi kalau ditanya apakah terkait biaya kampanye dan lamanya masa kampanye, bisa saja demikian. Tapi hal ini baru kemungkinan saja," pungkas Ramses.


Sumber Jpnn.com 

SHARE:
beritaTerkait
Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan
Wabup Inhil Sambut Tim Mabes TNI, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
Wabup imhil Yuliantini Dampingi Sejumlah Balita Stunting  Pemainan Edukatif
Wabup Yuliantini Tegaskan Komitmen Bersama Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting
Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama
Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor
komentar
beritaTerbaru