Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Tak Cuma Pariwisata, Firdaus Juga Akan Tarik Investasi untuk Industri Hilir di Riau

Haikal - Sabtu, 28 April 2018 09:44 WIB
163 view
Tak Cuma Pariwisata, Firdaus Juga Akan Tarik Investasi untuk Industri Hilir di Riau
SIAK HULU- Doktor Firdaus MT mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang akan dilaksanakan untuk memulihkan kondisi perekonomian Riau yang sedang terpuruk. 

Selain akan menjadikan sektor pariwisata sebagai potensi baru pasca merosotnya produksi minyak bumi dan gas, Riau harus bisa bangkit dengan pengembangan potensi lainnya.

''Diantaranya, sektor perkebunan kelapa sawit, karet, kelapa. Selama ini, kita hanya menjadi negara pengekspor potensi perkebunan, sehingga harga jualnya rendah. Yang kita ingin lakukan adalah, bagaimana menarik investasi yang berminat untuk mengembangkan industri hilir dari kelapa sawit, karet dan kelapa, termasuk juga sektor lainnya, termasuk perikanan untuk bisa membangun pabrik, sehingga masyarakat Riau juga bisa mendapatkan value added (nilai tambah,red),'' ungkapnya.

''Bila industri seperti ini dibuka, kita yakin, akan banyak lapangan kerja yang bisa dibuka dan nilai tawar daerah dari sisi perekonomian akan lebih tinggi,'' lanjut Firdaus. 

Untuk sektor pariwisata sendiri, dijelaskan Firdaus, Riau masih mempunyai potensi yang cukup besar untuk bisa tumbuh dan berkembang. ''Kita akan sinergikan potensi wisata yang ada untuk saling mendukung dan pengembangannya bisa dilakukan melalui prasarana infrastruktur yang memadai,'' sebut Firdaus.

''Jadi, misalnya, Pekanbaru mempunyai potensi wisata berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) lewat prasarana hotel dan tempat terselenggaranya kegiatan berskala nasional maupun internasional. Potensi ini kita gandengkan dengan potensi wisata lainnya di sekitar Pekanbaru secara terintegrasi. Caranya tentulah dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai yang bisa mengkoneksikan satu wilayah dengan wilayah lainnya seperti Siak, Pelalawan, Kampar dalam waktu yang tidak terlalu lama,'' ungkap dia.

Penyediaan infrastruktur seperti jalan, listrik, air bersih, disebutkan Firdaus sangat penting untuk mendukung kemudahan tersebut. Hal tersebut juga yang akan dilakukan untuk membangun pariwisata sebagai primadona ekonomi baru di Provinsi Riau.

Hanya saja, diakui Firdaus, potensi pariwisata ini perlu sinergi yang kuat antar wilayah. Karena itulah, dalam pengelolaan pariwisata di Riau, antar wilayah harus dibangun secara bersama-sama. Tak hanya di Pekanbaru, tapi juga di wilayah lainnya. Seperti untuk potensi Pulau Rupat di Bengkalis, Muara Takus di Kampar, Istana Siak di Siak Sri Indrapura, Bono di Pelalawan dan beberapa daerah lainnya. 

Selain itu, Firdaus juga mengungkapkan programnya menggandeng sejumlah asosiasi perjalanan wisata, agen penerbangan  dan potensi lainnya untuk bersama-sama berkomitmen membangun peluang prasarana pariwisata yang bisa dikembangkan di 12 kabupaten dan kota yang ada.

Tak hanya itu, Pemprov Riau, bila kelak dipercaya menjadi Gubernur Riau, sebut Firdaus, akan berupaya melaksanakan sosialisasi, komunikasi dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand untuk pariwisata baik yang berkaitan dengan alam maupun budaya juga industri kreatif.

Karena itulah, tugas utama pemerintah adalah membangun sumber daya manusia yang siap untuk memenuhi daya saing daerah dalam pnegelolaan sektor pariwisata, termasuk pemahaman tentang sadar wisata, mempersiapkan infrastruktur yang memadai sebagai aksesibilitas dan mensosialisasikannya.(*)

SHARE:
beritaTerkait
Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan
Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak
Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan
Wabup Inhil Sambut Tim Mabes TNI, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
Wabup imhil Yuliantini Dampingi Sejumlah Balita Stunting  Pemainan Edukatif
Wabup Yuliantini Tegaskan Komitmen Bersama Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting
komentar
beritaTerbaru