Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Abraham Samad Mengaku Dirayu Dua Parpol untuk Jadi Cawapres

- Minggu, 22 April 2018 10:53 WIB
144 view
Abraham Samad Mengaku Dirayu Dua Parpol untuk Jadi Cawapres

Pesisirnews.com - Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku ada dua partai politik yang saat ini sedang meliriknya untuk maju sebagai calon wakil Presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.

Dia mengatakan, dua partai politik itu berada di dalam struktur pemerintahan dan di luar pemerintahan.

"Memang ada dua (partai yang mendekati) tapi saya tahu keterbatasan saya," kata Abraham Samad saat berada di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/4/2018).

Baca Juga:

Jika nantinya dia benar-benar diusung oleh partai Politik untuk bertarung dalam Pilpres 2019 nanti, Abraham Samad mengaku telah menyiapkan diri.

"Saya ini apapun yang diamanatkan termasuk untuk Wapres atau Presiden. Kita punya kewajiban konstitusional, kita jalankan, semua akan kita jalankan jika itu amanat rakyat," ujarnya.

Baca Juga:

Namun, Abraham Samad mengaku tak memiliki banyak uang, jika diminta dana untuk dimasukkan dalam partai Politik. Hal itu sendiri, diakunya sebagai sebuah kelemahan.

"Saya sadar juga, saya bukan orang parpol dan banyak duit. Jadi kita lihat juga, nanti gimana. Saya tidak punya modal, ada yang bilang (partai) mau jadikan Presiden ada juga yang bilang wakil," kata dia.

Sumber Tribunnews.com

SHARE:
beritaTerkait
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai 8 Juni, Satlantas Inhil Kedepankan Edukasi dan Keselamatan Pengendara
Kapolres Inhil Pimpin Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Pada Dua Personil Polri
Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana
komentar
beritaTerbaru