Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Video Bayi Aneh di India, Nama Kondisinya Harlequin Ichthyosis

Haikal - Kamis, 28 November 2019 11:31 WIB
1.742 view
Video Bayi Aneh di India, Nama Kondisinya Harlequin Ichthyosis


Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

PESISIRNEWS.COM - Informasi mengenai bayi aneh di India menjadiviraldi media sosial Indonesia.

Baca Juga:


LIHAT. JUGA. :Makan-Enak-Di-Daily-Box-Grand-Indonesia


Dalam informasi tersebut, dituturkan bahwa bayi dikandung selama 11 bulan dan memakan usus ibunya. Bayi tersebut juga harus disuntik mati 17 kali agar meninggal.

Berikut informasi lengkapnya:

Bayi ini 11 bln dlm perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh Bayi ini, kemudian dokter mengoprasi ibunya untuk mengeluarkan Bayi ini... Ketika Bayi ini keluar, dia gigit tangan perawat... Setelah 3 jam si Perawat meninggal, IBU Bayi ini pun meninggal setelah Bayi ini keluar... Bayi ini lahir dgn berat 8 kg, setelah 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg... Bayi ini lahir hari jumat, tidak tahu Allah ingin kasi peringatan apa untuk kita semua... Bayi ni kemudian dibunuh, dokter memberinya suntik mematikan sampai 17 kali baru bayi ini mati... Ini kisah benar-benar terjadi di India... Wallahu A'lam

Baca Juga:


LIHAT JUGA :Kampar-Terima-Penganugerahan-Prediket--Kepatuhan-Standar-Pelayanan-Publik-Tahun-2019-


Bersama dengan informasi tersebut, disertakan juga video yang menunjukkan seorang bayi dengan kulit kekuningan pecah-pecah, mata merah dan mulut lebar.

Sumber : kompas

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Sekda Inhil pimpin upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau
HM Yusuf Siad Anggota Komisi II DPRD Inhil Dapat Amanah Membacakan Visi Dan Misi Pada Hari Jadi Provinsi Riau Ke 69
Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan
Kapolda Riau Lakukan Kunjungan Kerja ke Inhil, Disambut Bupati dan Forkopimda
komentar
beritaTerbaru