Selasa, 01 September 2026 WIB

Siswi TK di Bogor Diduga Jadi Korban Pencabulan Penjaga Sekolah

- Senin, 21 Agustus 2017 17:56 WIB
400 view
Siswi TK di Bogor Diduga Jadi Korban Pencabulan Penjaga Sekolah
Internet
Ilustrasi
Pesisirnews.com - Siswi sekolah TK Mexindo, Kota Bogor, berinisial QZ (4,5) diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh salah satu penjaga sekolah berinisial U. MF (27), ibu korban, kemudian melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polresta Bogor Kota dengan nomor LP/476/V/2017, tanggal 12 Mei 2017.

MF yakin anaknya telah menjadi korban pencabulan di sekolah tersebut. Dia menceritakan, kejadian itu terjadi pada tanggal 10 Mei 2017.

Awalnya, MF tidak menaruh curiga ketika anaknya merasa kesakitan saat buang air kecil. Namun saat diperiksa, ternyata ada bercak darah di celana dalamnya.

"Setelah melakukan visum, dokter yang meriksa bilang bahwa ada benda yang mau masuk ke alat kelamin anak saya. Akhirnya, saya berubah pikiran dan yakin ada orang yang mau mencabuli anak saya," ujar MF, Senin (21/8).

Ia menuturkan, semenjak kejadian itu, anaknya menjadi trauma. Dia pun mengaku sempat kesulitan berkomunikasi dengan anaknya. Namun setelah dibujuk rayu dan diajak bicara, akhirnya korban mengaku diperlakukan cabul.

"Saya yakin, anak saya itu korban pencabulan. Karena sejak awal, anak saya itu kenal dengan wajah dan nama si terlapor (penjaga sekolah). Kalau ketemu dia selalu ketakutan, bahkan sampai ada saksi (teman korban) melihat anak saya bersama terlapor hendak dipangku. Tapi anak saya menolak, dan saksi sempat melapor ke wali kelas. Terlapor sempat dimarahi wali kelas saat itu," sambung MF.

MF berharap, agar kepolisian dapat mengusut kasus tersebut dan menangkap pelaku. Dia menghendaki adanya keadilan dan kejelasan hukum agar tidak terjadi pada anak-anak lainnya lantaran terlapor masih bebas berkeliaran.

"Kami dari pihak keluarga menginginkan keadilan saja. Terlapor segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Waktu itu, kata penyidik polisi belum bisa menahan pelaku karena belum memenuhi unsur adanya dua alat bukti. Sekarang alat bukti itu ada, tapi belum juga ditangkap. Dari situlah hingga sekarang kita terus mempertanyakan kasus ini," pungkas dia.

Sumber Merdeka.comĀ 

SHARE:
beritaTerkait
Hadapi Kabut Asap dan Kemarau Panjang, Pemkab Inhil Gelar Salat Istisqa
Inhil Merdeka Run 2026 Diikuti Ratusan Pelari, Semangatkan Gaya Hidup Sehat
Polres Kampar Ungkap Kasus Karhutla, Empat Pelaku Diamankan dan 17 Hektare Lahan Terbakar
Atlet Muda Binaan Prajurit 462 Pasgat, Waldan Abdillah Rafif, Raih Medali Emas di Ajang Kejuaraan Nasional "RNTC RIAU NATIONAL CHAMPIONSHIP 2026".
Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla
Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam
komentar
beritaTerbaru