Sabtu, 07 Maret 2026 WIB

Jalan Tembilahan - Rengat Dalam Keadaan Kritis

Zanoer - Selasa, 24 Juni 2025 22:23 WIB
2.728 view
Jalan Tembilahan - Rengat Dalam Keadaan Kritis
Kondisi jalan Tembilahan Rengat

(Pesisirnews.com)
PEKANBARU– Jalan lintas yang menghubungkan Rengat dan Tembilahan, tepatnya di wilayah Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, saat ini dalam kondisi kritis dan terancam longsor. Bahu jalan sepanjang 40 meter yang berdekatan langsung dengan aliran Sungai Indragiri dilaporkan mengalami keretakan serius, memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap akses transportasi vital tersebut.

Untuk mengantisipasi keretakan yang semakin parah dan mencegah bahu serta badan jalan amblas ke sungai, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah IV telah mengambil langkah cepat. Penanganan darurat segera dilakukan demi memastikan keamanan pengguna jalan dan menjaga konektivitas antarwilayah.

"Langkah penanganan segera kita lakukan. Upaya ini untuk mencegah agar keretakan tidak semakin parah yang berakibat bahu dan badan jalan longsor ke sungai," kata Kepala UPTJJ Wilayah IV Dinas PUPRPKPP Riau, Ludfi Hardi, pada Senin (23/6/2025).

Baca Juga:

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons ancaman bencana alam yang berpotensi melumpuhkan jalur distribusi utama di wilayah tersebut.

Ludfi memaparkan bahwa saat ini material awal berupaspun pileatau tiang pancang sudah tiba di lokasi. Sementara itu,sheet pileatau material konstruksi utama, termasukgeobagyang berfungsi memperkuat struktur jalan, diperkirakan akan tiba di lokasi pada Selasa pagi (24/6/2025). Kedatangan material ini menjadi sinyal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

Baca Juga:

Kedatangan material ini menjadi sinyal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan. Proses perbaikan akan diawali dengan pemasangan tiang pancang di bagian luar bahu jalan, diikuti dengan pemasangansheet piledangeobag.

Material-material ini dirancang untuk memperkuat struktur tanah dan berfungsi sebagai penahan tambahan bagi bahu jalan yang rawan longsor. Diharapkan, dengan struktur yang lebih kokoh, ancaman abrasi sungai dapat diminimalisir.

Selama masa pengerjaan, Ludfi memastikan bahwa aktivitas lalu lintas di jalan lintas Rengat-Tembilahan tidak akan terganggu. Ia menegaskan tidak ada penutupan jalan karena seluruh proses pemasangan tiang pancang dan material lainnya akan dilakukan menggunakan ponton dari arah sungai. Metode ini dipilih untuk meminimalisir dampak terhadap kelancaran arus kendaraan.

"Kita upayakan secepatnya termasuk masa pengerjaan. Nanti untuk pemasanganspun piledansheet pilemenggunakan ponton sungai," tambah Ludfi, menegaskan efisiensi dan kecepatan penanganan yang menjadi prioritas. Pemanfaatan jalur air diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan darat.

Penyebab utama keretakan bahu jalan ini diidentifikasi akibat abrasi sungai. Kondisi Sungai Indragiri yang sedikit melengkung di titik tersebut menyebabkan tendangan arus air secara terus-menerus mengarah langsung ke bahu jalan, memicu erosi dan melemahkan struktur tanah di sekitarnya. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah abrasi di ruas jalan krusial tersebut.(mediacenterriau)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kayuh Becak Terhenti, Suratman alias Rano Kini Terbaring Menahan Luka 40 Jahitan
Siswi Yatim Tembilahan Terharu Dapat Sepeda Dari Kopolsek Tembilahan
Bupati Inhil Herman Apreseasi Kinerja BEA Cukai Tembilahan
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
POLSEK TEMBILAHAN HULU BERHASIL UNGKAP KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP ANAK, DUA PELAKU DITANGKAP
Disdagtri Inhil Gerak Cepat Data 313 Kios Hangus Terbakar pasar Terapung Tembilahan
komentar
beritaTerbaru