Rabu, 30 September 2026 WIB

Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Petugas Pekat Berduaan di Penginapan Siang Hari saat Puasa

- Senin, 10 Mei 2021 12:20 WIB
2.814 view
Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Petugas Pekat Berduaan di Penginapan Siang Hari saat Puasa
Pasangan bukan suami-istri terjaring petugas gabungan dalam operasi pekat di beberapa penginapan di Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran, Jabar, Sabtu (8/5) siang. (TribunJabar.id/Padna)

PANGANDARAN, Pesisirnews.com - Petugas gabungan melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), di Objek Wisata Karapyak, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (8/5/) siang.

Dalam operasi pekat tersebut tampak beberapa orang yang belum menikah tertangkap basah oleh petugas berduaan di dalam penginapan. Petugas pun menjaring pasangan yang bukan suami istri itu dalam operasi pekat tersebut.

Beberapa orang yang terjaring mengaku hanya mampir di penginapan.

Baca Juga:

Satu yang menginap berinisial WH (19) asal Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Ia mengaku datang bersama calon istrinya hanya ingin bermain di Objek Wisata Karapyak.

"Tapi karena lelah sedang puasa, saya dan calon mampir ke penginapan untuk beristirahat. Ini juga, baru masuk ke penginapan," ujar WH saat ditemui Tribunjabar.id di Mapolsek Kalipucang, Sabtu (8/5).

Baca Juga:

Ia mengatakan biasanya main ke pantai Pangandaran dan mengaku baru kali ini main ke Karapyak.

"Enggak biasa ke penginapan. Kami baru sekarang main ke sini," ucapnya malu.

[br]

Sementara AR (20) warga Cimaragas menyampaikan ia datang ke penginapan bersama calon istrinya, jadi bukan orang lain lagi.

"Sebentar lagi juga mau nikah, ke sini (Karapyak) karena lelah kami masuk penginapan."

"Nanti sore juga pulang, saya sama calon suami hanya kecapaian saja," kata AR.

Diketahui operasi pekat ini dilakukan di objek wisata Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Operasi pekat ini berdasarkan laporan masyarakat setempat, dan beberapa penginapan yang berada di tempat tersebut menjadi target utama petugas gabungan.

Kapolsek Kalipucang, Kompol H Jumaeli mengatakan, operasi pekat ini dilakukan tentu berdasarkan laporan masyarakat.

[br]

Bahwa, seringkali ada wisatawan lokal yang memanfaatkan penginapan yang berada di objek wisata Karapyak digunakan untuk hal-hal negatif.

"Ada yang suka berwisata di siang hari, tapi wisatanya bukan di pantai tapi di dalam kamar penginapan," ujar Jumaeli kepada beberapa wartawan di Mapolsek Kalipucang, Sabtu (8/5).

Oleh karena itu, kata ia, pihaknya menindaklanjutinya hari ini. Hal ini juga sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Karena mereka yang kami dapatkan bukan status suami istri dengan beralamat yang berbeda. Untuk itu, kami giring ke Mapolsek Kalipucang untuk kami arahkan dan dibina," ucapnya.

Jumaeli menambahkan, mereka yang terjaring operasi pekat yaitu sekitar kurang lebih 12 pasang.

Dan kebanyakan asalnya mereka dari Ciamis; Sidareja, Jawa tengah, dan juga ada yang berasal dari Pangandaran.

Menurutnya, operasi pekat ini akan terus dilaksanakan sampai setelah perayaan hari raya Idulfitri.

Menurutnya sapanjang ada pengaduan dari masyarakat setempat, pihaknya tetap akan melaksanakan operasi pekat. (TribunJabar.id)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buka Bersama Polres Inhil, Muammar Gaddafi Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian Indragiri Hilir
Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers, Bupati Inhil Diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan   Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Inhil
Buka Puasa Bersama di Kediaman Bupati Inhil, Ajang Silaturahmi dan Penguatan Nilai Keagamaan
Pertama Ramadan, AKBP Farouk Oktora Berbagi Takjil kepada Masyarakat Kota Tembilahan
Antusiasme Warga Tembilahan Berburu Takjil di Tengah Genangan Air Pasang Puasa Pertama Ramadhan
Panduan Lengkap Membayar Fidyah Puasa: Cara, Niat, Takaran, hingga Penyaluran
komentar
beritaTerbaru