Selasa, 13 Oktober 2026 WIB

Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni 212 Soloraya: Tanpa Atribut Partai, Tapi Teriakan Ganti Presiden

- Senin, 14 Januari 2019 01:17 WIB
574 view
Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni 212 Soloraya: Tanpa Atribut Partai, Tapi Teriakan Ganti Presiden
Massa Tabligh Akbar Alumni 212 di Jl Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/1 - 2019). (Solopos / Ferri Setiawan)

PESISIRNEWS.COM-Ribuan orang dengan mengenakan pakaian putih memadati kawasan Gladak Jl. Slamet Riyadi pada Minggu (13/1/2019) pagi. Mereka menghadiri Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni 212 Soloraya yang diwarnai orasi sejumlah tokoh 212 dan tokoh oposisi dari Jakarta.

Acara ini rencananya dihadiri oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzhar Simanjutak. Namun, Dahnil akhirnya dipastikan tidak dapat hadir.


Baca Juga:

Namun sejumlah tokoh lain muncul di acara ini. Salah satunya tokoh yang dekat dengan kubu oposisi, Lieus Sungkharisma, yang juga ikut berorasi. Menurutnya, 212 merupakan kehendak rakyat yang meminta perubahan.


Baca Juga:

Lieus menambahkan berkumpul dan berserikat merupakan sebuah hak yang tidak bisa dilanggar. Katanya, Aksi 212 merupakan aksi yang kuat untuk memperbaiki nasib negeri.


Nama lain yang muncul di tengah massa adalah mantan Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi. Dia mengatakan meski telah berusia lebih dari 80 tahun, dirinya tetap bersemangat demi seluruh umat. Dia mengklaim siap menggunakan reog untuk melawan perbuatan zalim.


Meski tidak ada yang mengenakan atribut partai atau salah satu calon peserta Pilpres 2019, namun teriakan "ganti presiden" sering kali disuarakan. Bahkan Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, yang hadir di Tabligh Akbar PA 212 Soloraya, itu mengklaim puluhan ribu orang yang hadir di acara Tablig Akbar itu adalah tanda masyarakat ingin ganti presiden.


"Insya Allah saya melihat gelombang untuk merubah, atau [desakan] untuk pergantian Presiden, sudah amat sangat kuat, unstopable," kata Amien kepada wartawan.


Amien Rais menambahkan gerakan ini adalah tanda-tanda dari langit. "Jadi Insya Allah saya sudah membaca tanda-tanda dari langit, saya kira ya. Dari manapun ini sudah dari bawah Insya Allah ya," ungkapnya.


Pantauan Solopos.com di lokasi acara, panggung yang digunakan oleh orasi menggunakan truk yang dimodifikasi dengan pengeras suara. Ribuan jemaah mengenakan pakaian putih dengan membawa atribut tauhid seperti topi, bendera, hingga ikat kepala.


Sementara itu, ribuan aparat kepolisian bersiaga di sebelah belakang panggung. Kedatangan ribuan peserta Tabligh Akbar Alumni 212 itu membuat arus lalu lintas di kawasan Gladak menjadi lumpuh sehingga dilakukan penutupan.


Pada Minggu (13/1/2019), car free day memang ditiadakan. Momen ini digunakan Pemkot Solo untuk melakukan perapian pada pepohonan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi.

Sumber
: Solopos.com
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Monyet Liar Resahkan Warga Parit 13 Tembilahan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Inhil Bergerak Cepat
Welcome and Farewell Parade, AKBP Donny Eko Listianto Resmi Sambut Tongkat Komando Polres Indragiri Hilir
Jaga Marwah Keamanan Negeri, TNI-Polri Sabak Auh Satukan Langkah Lewat Silaturahmi Kamtibmas
komentar
beritaTerbaru