Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Warga DKI yang Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

- Selasa, 25 Desember 2018 19:03 WIB
495 view
Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Warga DKI yang Jadi Korban Tsunami Selat Sunda
PESISIRNEWS.COM-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatakan akan menanggung seluruh biaya pemakaman dan pengobatan seluruh warga Jakarta yang menjadi korban tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.


"Semua biaya yang terkait pengobatan dan lain-lain termasuk yang meninggal seluruhnya ditanggung oleh Pemprov DKI. Semua yang menjadi korban kita beresin semua," kata Anies saat mengunjungi korban tsunami di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Pusat, Ahad malam 23 Desember 2018.

Kunjungan Anies ke RSUD Tarakan, terkait dengan adanya korban bencana tsunami yang merupakan karyawan RSUD Tarakan dan beberapa korban telah terevakuasi, bersama dengan beberapa warga DKI lainnya.

"Dari informasi yang saya terima, saat ini sudah ada 11 orang yang telah dievakuasi dan dirawat, sembilan orang dari RS Tarakan, dua orang warga DKI. Lalu ada 18 korban sedang dalam perjalanan serta dalam laporan ada 10 orang meninggal dunia yang semuanya merupakan karyawan peserta koperasi yang lima di antaranya sudah dibawa keluarga," ucap Anies.

Anies menyebut kebijakannya saat ini adalah untuk membawa warga DKI Jakarta yang menjadi korban di lokasi, untuk segera dibawa ke RSUD Tarakan atau rumah sakit lainya.

"Semua korban (rombongan RSUD Tarakan) adalah keluarga besar Pemprov DKI, tadi ada suami kerja di Tarakan dan istri di Dinas Perumahan, banyak yang begitu, makannya tadi saya imbau agar semua tenang jangan pikir soal biaya karena pemprov yang tanggung," ucap Anies.

Sebelumnya, dikabarkan ada sekitar 20 orang karyawan dan anggota Koperasi RSUD Tarakan bersama keluarganya dengan total berjumlah 54 orang menjadi korban tsunami Selat Sunda, ketika tengah berlibur bersama keluarganya di Pantai Carita, Banten, Sabtu 22 Desember 2018 malam.

"Total ada 54 orang semuanya sedang berlibur ke pantai Carita dan menginap di Villa Stefani, Carita saat tsunami menerjang. Dari info tim yang ke sana, masih ada yang belum ditemukan (hilang)," kata Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekawati.

Pemprov DKI mengirimkan puluhan tim medis, 13 ambulan dari RSUD Tarakan, Dinas Kesehatan DKI, Dinas Pemakaman DKI, serta mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR untuk membantu proses evakuasi.

Seperti diketahui, gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan diduga akibat erupsi dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018, seperti dilansir Swamedium.

Sumber
: gardakeadilan
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Monyet Liar Resahkan Warga Parit 13 Tembilahan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Inhil Bergerak Cepat
Welcome and Farewell Parade, AKBP Donny Eko Listianto Resmi Sambut Tongkat Komando Polres Indragiri Hilir
Jaga Marwah Keamanan Negeri, TNI-Polri Sabak Auh Satukan Langkah Lewat Silaturahmi Kamtibmas
Perkuat Sinergitas, TNI, Polri, dan Kejaksaan Indragiri Hilir Gelar Silaturahmi di Kejari Tembilahan
Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Tujuh Jembatan Hadir di Inhil Perkuat Akses Masyarakat
komentar
beritaTerbaru