Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Terendam Banjir, Kendaraan yang Melintasi Jalan Lintas Timur di Pelalawan Mogok

Haikal - Rabu, 19 Desember 2018 09:44 WIB
304 view
Terendam Banjir, Kendaraan yang Melintasi Jalan Lintas Timur di Pelalawan Mogok
Seju
PEKANBARU-Sepekan terakhir, banjir melanda Jalan Lintas Timur Sumatera yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau. Akibatnya, sejumlah kendaraan mogok saat melintasi ruas jalan tersebut, karena ketinggian air mencapai 60 centimeter.

"Sampai sekarang beberapa titik Jalan Lintas Timur masih terendam banjir. Tinggi air bervariasi, ada yang mencapai 60 centimeter. Itu terjadi di sepanjang 8 kilometer jalan lintas tersebut," kata Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, Selasa (18/12/2018).

Untuk mengatasi lalu lintas, Polres Pelalawan dan jajarannya menempatkan sejumlah personel berjaga di lokasi banjir. Sejumlah mobil dan sepeda motor yang mogok didorong polisi ke lokasi yang lebih tinggi.

"Karena banyak yang mogok, kita anjurkan kendaraan dari Jambi atau Indragiri Hulu jangan lewat daerah Pelalawan ini. Lewat Kuantan Singingi lebih aman dan tidak banjir," ujar Kaswandi.

Banjir juga dialami warga Pelalawan yang berada di perumahan sekitaran kota. Kaswandi menyebut, ada titik banjir yang airnya mencapai 150 centimeter. Hal itu mengakibatkan warga terpaksa mengungsi di tenda yang disediakan Pemkab Pelalawan.

Untuk menanggulangi bencana musiman tersebut, Bupati Pelalawan HM Harris telah menetapkan status siaga darurat banjir. Pemerintah juga membawa bantuan berupa logistik dan peralatan untuk mengungsi.

"Karena intensitas hujan terus terjadi, air sungai jadi meluap dan mengalir ke pemukiman penduduk hingga ke jalan raya. Yang meluap seperti Sungai Kampar Pelalawan yang berasal dari luapan air sungai Kampar Kiri, Kuantan dan kiriman dari Sumatera Barat. Air Sungai Kampar kanan juga meluap," jelas Kaswandi.

Dikatakan, air menggenangi delapan kecamatan yang terdiri dari 21 desa dan tujuh kelurahan. Tak kurang dari 2.515 kepala keluarga terdampak dengan jumlah jiwa 6.427.

Sementara untuk rumah yang digenangi air, hingga kini terdata 2.255 unit. Sementara itu, rumah yang terendam paling parah terdata 469 unit yang tersebar di berbagai kecamatan. "Fasilitas umum dan sosial, seperti rumah ibadah hingga sekolah juga terendam. Hingga kini tercatat 58 fasilitas terendam genangan air," imbuhnya.

Meski demikian, tidak semua warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi. Warga memilih bertahan karena banjir ini sudah rutin datang setiap tahun, apalagi di saat-saat puncak musim hujan seperti sekarang ini.

Warga yang mengungsi sebagian ke tenda yang didirikan pemerintah, dan sebagian lainnya memilih untuk tinggal di rumah kerabat masing-masing yang tidak terdampak banjir. Sesekali mereka pulang untuk mengecek rumah. "Ada tenda di 3 lokasi penampungan, yaitu di Jalan koridor kilometer 9, kilometer 8 dan Jalan Sultan Syarif Kasim," tukasnya.

Disebutkan, banjir juga melanda di Jalan Pemda, rata-rata ketinggian debit air bahkan mencapai 120 centimeter. Sementara di Jalan Koridor RAPP menuju Langgam bahkan mencapai 170 centimeter.

"Ada juga beberapa masjid dan musala tidak bisa digunakan karena ketinggian airnya mencapai 200 centimeter. Itu karena datarannya sangat rendah dari yang lain," tutup Kaswandi.(*)

Sumber
: Merdeka.com/fk
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Monyet Liar Resahkan Warga Parit 13 Tembilahan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Inhil Bergerak Cepat
Welcome and Farewell Parade, AKBP Donny Eko Listianto Resmi Sambut Tongkat Komando Polres Indragiri Hilir
Jaga Marwah Keamanan Negeri, TNI-Polri Sabak Auh Satukan Langkah Lewat Silaturahmi Kamtibmas
Perkuat Sinergitas, TNI, Polri, dan Kejaksaan Indragiri Hilir Gelar Silaturahmi di Kejari Tembilahan
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Tujuh Jembatan Hadir di Inhil Perkuat Akses Masyarakat
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Tujuh Jembatan Hadir di Inhil Perkuat Akses Masyarakat
komentar
beritaTerbaru