H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
KUANTAN SINGINGI Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke44 Tingkat Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir H. Nama Bupati
Advertorial
Pesisirnews.com - Panji petualang kena gigitan ular cobra peliharaannya sendiri saat hendak memberi makan.
Peristiwa nahas itu diketahui saatsang penakluk hewan berbisa tersebut menceritakannya pada(10/12/2018) dini hari di akun instagram@panjipetualang_real.
Dalam unggahannya Panji Petualang menceritakan kronologi hingga kondisi saat ia digigit ularKing Cobra berbisa tersebu.
Baca Juga:
Tidak hanya bercerita, Panji Petualang jug memfoto hewan berbisa yang telah melukai tangannya tersebut.
Di keterangan foto tersebutlah Panji menceritakan kisah nahasnya.
Baca Juga:
Panji memang sudah akrab dengan hewan-hewan buas dan menjadi host acara petualangan alam liar di televisi sejak berusia remaja.
Rupanya kegemarannya dengan satwa liar masih berlanjut hingga kini meski ia tak lagi membawakan acara di televisi.
Ia masih kerap mengunggah potret hewan-hewan kegemarannya tersebut.
Bahkan Panji juga sering mengkampanyekan aksi pelestarian satwa liar.
Namun ia kurang beruntung pada unggahan terbarunya kali ini.
Panji menceritakan jika kemarin (9/12/2018) pukul 19.00 WIB, dirinya tergigit ular King Cobra yang menjadi salah satu peliharaannya.
Awalnya, Panji berniat memberi makan ular berbisa tersebut.
Menu santapan King Cobra saat itu ialah Ular Koros atau Ular Jali yang tidak berbisa.
Sayangnya, ular King Cobra tersebut memiliki respon makan yang berlebihan.
Bukan Ular Koros yang dimakan, melainkan tangan kanan Panji Petualang yang menjadi santapan.
Beruntungnya, nyawa Panji selamat dari kejadian mengerikan tersebut meski digigit ular berbisa.
Saat mengunggah foto tersebut, Panji mengungkapkan rasa syukurnya karena masih diberi keselamatan oleh Tuhan.
"Allah masih sayang.. Niat memberi makan seekor king cobra berakhir buruk, sang raja dengan respon makan luar biasa berusaha meraih makanannya yang saya pegang (ular koros)"
"Naas bukan makanan yang di gigit, sang raja salah gigit, justru tangan saya yang di makan sama ular tersebut.. huft.. disini tuhan/allah berperan.. "
"kira2 saya di gigit pkl 19:00 wib tadi alhamdulilah hingga pkl 1:56 wib ini saya masih bernafas dan di beri kesehatan.."
"kebal? Tidak.. allah yang nolong," Tulis Panji dalam unggahan tersebut.
Unggahan Panji tersebut kemudian banjir ungkapan perasaan khawatid dan doa dari para netizen.
'Semoga selalu diberi kesehatan terus mas,' tulis akun @her_khairul
'Alhamdulillah om Panji gpapa,' tulis akun @oncomzxz
'Alhamdulillah, semangat berkarya bang serta jadi panutan untuk semua orang agar tahu bahwa ular juga harus dijaga dan dilestarikan..' tulis akun @wibatsu.aji
'MasyaAllah, digigit cobra biasa aja biasanya pasti mati, lah iniKing Cobracuma BENGKAK doanng, greget bang panji,' tulis akun @andika_tf
'Semoga baik-baik saja ya mas panji, cepet pulih dan sehat kembali,' tulis akun @sumanritasim
Panji Petualang tidak hanya membagikan ceritanya tentangdigigitking cobra, dan ia juga memberikantips pertolongan pertamasaatdigigit ular.
Panji Petualangmembagikantips pertolongan pertamasaatdigigit ularmelalui kolom komentar di akuninstagrampribadi miliknya.
Tips pertolongan pertamasaatdigigit ularyang dibagikan olehPanji Petualangini, bisa menjadi referensi tambahan informasi buat kamu.
Tak hanya cerita terkena gigitan ular, Panji Petualang juga membagikan tips mengatasi gigitan ular pertama kali.
Ia menyarankan bahwa untuk mengatasi gigitan ular pertama kali adalah dengan melakukan imbolisasi.
"Embolisasi mas..adalah cara terbaik untuk pertolongan pertama..betul tidak ada serum anti bisa nya di Indonesia," jelas Panji kepada salah saeorang netizen di kolom komentar.
Walau dirinya sendiri mengaku belum sempat melakukan embolisasi, tapi ia menyarankan jika ada yang terkena gigitan ular berbisa, harus diembolisasi.
Panji Petualang menjelaskan 'prinsipnya imbolisasi adalah membuat bagian tubuh yang terkena gigitan gak banyak bergerak mas.
'Karena merujuk pada sebuah riset yang menyatakan racun ular masuk lewat kelenjar getah bening bukan darah.'
'Jadi, semakin bagian tubuh yang terkena gigitan bergerak semakin cepat pula racun/bisa di tubuh menjalar ke area lain,' jelas Panji Petualang di kolom komentarnya.
Mengutip dari laman rsmoewardi.com dijelaskan bahwa Embolisasi adalah prosedur non bedah invasif minimal yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan.
Embolisasi sering dilakukan pada pembuluh arteri.
Prosedur ini akan menutup satu bagian arteri untuk menghentikan aliran darah pada area tertentu.(***).
KUANTAN SINGINGI Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke44 Tingkat Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir H. Nama Bupati
Advertorial
PEKANBARUPengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PWIWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sama dengan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpu
Artikel
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Tembilahan, (25/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, memimpin kegiatan Khatam AlQur&039an dalam rangka menyambut Tahun Bar
Advertorial
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Jejeran Bubur Asyura terpajang di masingmasing stan, tanda berlangsungnya Event Wisata Religi dan Istighosah
Advertorial
(Pekanbaru) Isu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang dipicu oleh alokasi dana untuk program Makan Ber
Artikel
TEMBILAHANPerang melawan narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan hasil nyata. Di tengah ancaman peredaran narkotika yang men
Artikel
Kemuning, 25 Juni 2026 Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kemuning melaksanakan kegiatan bakti sosial d
Artikel
PULAU BURUNG Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polsek Pulau Burung saat menggelar doa selamat untuk mengantarkan Kapolsek Pulau Burun
Artikel
Tembilahan Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir menggelar Turnamen Mobile Legends Kapolri
Olah Raga