Senin, 04 Mei 2026 WIB

Sampah Plastik 5,9 Kg Ditemukan dalam Perut Paus yang Mati di Wakatobi

Haikal - Rabu, 21 November 2018 22:07 WIB
203 view
Sampah Plastik 5,9 Kg Ditemukan dalam Perut Paus yang Mati di Wakatobi

Pesisirnews.com-Pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab kematian  paus jenis Sperm wale yang terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/11/2018).

Tim gabungan tengah mengukur panjang bangkai paus di Perairan Wakatobi. Foto istimewa

alam perut paus sepanjang 9,6 meter itu ditemukan sampah plastik yang jumlah cukup besar yakni sekitar 5,9 kg.

Aktivis dari Yayasan Lestari Alam Wakatobi, Saleh Hanan memperkirakan penyebab kematian paus itu karena sampah plastik.

Baca Juga:

Sebab, sampah plastik tak bisa dicerna oleh perut paus. Berbeda dengan tulang ikan, meskipun keras namun tetap bisa dicerna.

"Sangat bisa karena sampah. Sampah plastik, kan, tidak terurai di perut paus dan beracun. Pencernaan terganggu, lalu mati," kata Saleh, dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Baca Juga:

Berdasarkan pengalamannya selama ini, lanjut Saleh, paus itu kehilangan orientasi navigasi. 

Dirinya pernah melihat ada sabuk sampah membelah Laut Banda dari Timur Laut Sultra sampai tenggara Kepulauan Sula pada bulan tertentu.

"Karna kehilangan orientasi navigasi, paus tak mampu bedakan makanan dan non-makanan," terang dia.

Sebelumnya, warga di Desa Kapota, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, menemukan seekor paus dengan panjang 9,5 meter telah membusuk setelah terdampar di perairan itu.


Kondisi paus yang mati ini sangat memprihatinkan. Dalam perut paus tersebut ditemukan sampah plastik yakni penutup galon, botol plastik, tali rafia, sobekan terpal, botol parfum, sandal jepit, kresek, piring plastik, gelas plastik, dan jaring.

Sebelumnya, Senin (19/11/2018) pagi, Tim gabungan dari Balai TN Wakatobi, AKKP, BPPD, DKP, WWF dan Yayasan Alam Lestari Wakatobi bergerak ke Pulau Kapota menggunakan speed SPTN wilayah I Wangi-wangi menuju lokasi titik ditemukannya paus.

Di lokasi itu, tim melihat sebuah kapal dan beberapa masyarakat lokal yang sementara menyayat bagian tubuh paus untuk diambil minyaknya, dan yang tidak digunakan dihanyutkan.

Kondisi paus sudah tidak utuh terutama pada bagian perut dan sudah mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Tim segera melakukan beberapa pengukuran (morfometrik) dan diketahui panjang total paus 9,5 meter dengan lingkar badan saat ditemukan sebesar 437 sentimeter.

Berdasarkan analisis beberapa foto yang dikirimkan oleh tim adalah jenis paus Spermaatau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Hal ini terlihat dari bentuk kepalanya yang besar dan kotak di bagian depan, serta bentuk rahangnya yang ramping serta dijumpai adanya gigi pada rahang paus tersebut.

Sebab paus Sperma adalah jenis paus terbesar dari golongan paus bergigi. Dengan demikian, kuat dugaan berdasarkan ciri-ciri ukuran, bentuk kepala, rahang serta giginya, mengarah kepada jenis paus Sperma.


Sumber:nasional.kompas

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu  Berat Kotor 5,19 Gram.
Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi
Satlantas Polres Inhil Laksanakan Strong Point Pagi, Jaga Kamseltibcarlantas Jelang Operasi Ketupat
Kuasa Hukum Ketua DPRD Soppeng Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan ASN
Ketua PW IWO Riau Minta Kejaksaan Memanusiakan Manusia dalam Kasus Datuk Bahar
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
komentar
beritaTerbaru