Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Bilang Budek dan Buta dari Alquran Kiai Ma ruf Disemprit, Gus A am: Pakai Data Yi, Jangan Mainan Ayat

Haikal - Minggu, 11 November 2018 06:47 WIB
22.600 view
Bilang Budek dan Buta dari Alquran Kiai Ma ruf  Disemprit, Gus A am: Pakai Data Yi, Jangan Mainan Ayat
Tampak Gus Aam (kanan) dan Gus Rozaq saat silaturrahim ke Cak Anam (Drs. H Choirul Anam). (FT/MKY)

SURABAYA ? KH Agus Solachul A'am Wahib Wahab, Ketua Barisan Kyai Santri Nahdliyin (BKSN) mengaku prihatin dengan gaya politik Kiai Ma'ruf Amin yang selalu mempolitisir ayat Alquran. Padahal, kalau itu dilakukan orang lain, bisa jadi, geger, tidak terima, bisa-bisa didemo.

Lihatlah, komentar pendukungnya ketika menyebarkan video Pak Sandi yang ?  sesungguhnya tidak tahu sedang melangkahi makam di PP Denanyar ? dianggap melecehkan dan menghina warga NU. Nahdliyin disuruh marah. Ini sudah tidak sehat," jelas KH Agus Solachul A'am Wahib Wahab, dzurriyah dari Mbah Wahab Chasbullah (PP Tambakberas) Jombang, kepadaduta.co, Minggu (11/11/2018)

Dua kali sudah Kiai Ma'ruf menggunakan ayat sebagai alibi politiknya. Pertama, dia bilang Lakum capresikum (bagimu capresmu), walana capresuna (bagi kami capres kami) dikaitkan dengan ayat lakum dinukum waliadin, bagimu agamamu, bagi kami agama kami. Kedua, menyebut orang budek, buta karena tidak tahu prestasi Jokowi menggunakan Alquran ṣummum, bukmun, 'umyun.

Baca Juga:

Menggunakan shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun untuk membela Jokowi, sangatlah na?f. Saya tidak habis pikir, bagaimana kalau hal tersebut dilakukan yang lain? Pasti sudah turun jalan, demo. Kalau mau membela Jokowi, mau menunjukkan sukses Jokowi, pakai data Yi. Jangan mainan Ayat Alquran. Bahaya," tegas Gus A'am panggilan akrabnya.


Baca Juga:

Bukan Sekedar Buta, Tapi Dholim

Seperti diberitakan, Cawapres KH Ma'ruf Amin menyebut hanya orang 'budek' dan 'buta' yang tidak bisa melihat prestasi presiden sekaligus capres petahana Joko Widodo. Ia menegaskan, ucapannya tidak menuduh seseorang.

Saya tidak marah, dan bukan sedang menuduh siapa-siapa. Saya cuma bilang, kalau ada yang menafikan kenyataan, yang tak mendengar dan melihat prestasi, nah sepertinya orang itu yang dalam Alquran disebut ṣummum, bukmun, 'umyun. Budek, bisu, dan tuli," ujar Ma'ruf kepada Tim Blak blakan detikcom, Sabtu (10/11/2018).

Ma'ruf menjelaskan, yang ia katakan termuat dalam ayat Alquran. Ia merasa heran jika ucapannya disoal. "Artinya orang yang tak mendengar, orang yang tak mau melihat, yang tak mau mengungkapkan kebenaran itu namanya bisu, budek, buta. Jadi itu bahasa 'kalau' ya. Saya tak menuduh orang, atau siapa-siapa. Saya heran, kenapa jadi ada yang tersinggung. Tak menuduh dia kok," kata Ma'ruf yang selengkapnya Blak blakan Kiai Ma'ruf Amin akan tayang pada Senin, 12 November 2018 pukul 11.00 WIB.

Menanggapi hal ini, Gus A'am melihat Kiai Ma'ruf sedang mainan ayat. "Orang  bisa saja menuduh balik. Bahwa sesungguhnya yang budek dan buta, itu justru yang menafikan keadaan. Sudah tahu ekonomi babak belur, dibilang sukses. Sudah tahu harga BBM, tarif listrik mencekik, masih dibilang aman. Sudah tahu utang negara menggunung, masih dibilang prestasi. Sudah tahu rakyat kecil menjerit, masih dibilang makmur. Ini bukan sekedar buta, tetapi sudah dholim," tegas Gus A'am yang menyarankan agar Kiai Ma'ruf pakai data, karena sukses seorang presiden itu, diukur dari data yang ada. (duta.co)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru