Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Serang Polsek Penjaringan dan Lukai Polisi, Pelaku Diduga Depresi

- Jumat, 09 November 2018 14:28 WIB
238 view
Serang Polsek Penjaringan dan Lukai Polisi, Pelaku Diduga Depresi
Sindonews.com
Pesisirnews.com - Seorang pemuda bernama Rohandi (31) nekat menyerang Polsek Penjaringan, Jalan Pluit Selatan Raya, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Berbekal golok dan pisau babi, Rohandi menyerang Bripka Sihite dengan membabi buta di Mapolsek Penjaringan dini hari tadi.

Kejadian itu membuat Bripka Sihite terluka. Tangannya tersayat hingga membuat dirinya harus menjalani perawatan medis. Aksi nekat Rohandi harus pupus usai petugas memberikan tindakan terukur ke tangannya.

Serang Polsek Penjaringan dan Lukai Polisi, Pelaku Diduga Depresi
Polisi tengah mengintrogasi penyerang Polsek Penjaringan. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

"Ia langsung menyerah dan melepaskan parangnya," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim ketika dikonfirmasi, Jumat (9/11/2018).


Serang Polsek Penjaringan dan Lukai Polisi, Pelaku Diduga Depresi

Mustakim melanjutkan, kejadian ini bermula ketika Rohandi datang menggunakan sepeda motor Honda Revo ke Mapolsek Penjaringan dini hari. Ketika menaruh sepeda motor di luar polsek, Rohandi kemudian langsung menyerang Bripka Sihite yang tengah berjaga di luar dan menyerangnya menggunakan parang.

Tidak sampai di situ, Rohandi pun mengejar Bripka Sihite yang mencari bantuan rekannya ke dalam mapolsek. Rohadi masih menyerang Sihite hingga melempar pisau babinya. 

Puasnya menyerang Sihite, Rohandi kemudian kembali menyerang dua anggota Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto yang kala itu berada di ruang penyidikan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Bahkan, Rohadi memecahkan kaca ruangan penyidik.

"Dia masih berteriak sebelum kami melumpuhkan dengan tembakan di lengan kirinya," kata Mustakim.

Hingga kini polisi sendiri sudah mengamankan Rohandi. Kakanya pun sudah menjenguknya dan bertemu dengannya.

"Kata keluarganya ia kena depresi," ucap Mustakim sembari mengatakan pelaku telah dipecat perusahaannya dan kini mengidap beberapa penyakit.

Meski demikian, Mustakim menegaskan, pelaku bukanlah kelompok teroris. Pembuktian itu dilakukan dengan menggeledah rumahnya. "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda simpatisan," ujar Mustakim.

Sumber Sindonews.com 

SHARE:
beritaTerkait
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
komentar
beritaTerbaru