Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
Raja Fashion

Tersandung Skandal Pelecehan Seksual , Topshop Diboikot

Haikal - Jumat, 26 Oktober 2018 19:57 WIB
229 view
Tersandung Skandal Pelecehan Seksual , Topshop Diboikot
Raja Fashion Tersandung Skandal Pelecehan Seksual, Topshop Diboikot
London - pelecehan seksual kembali menimpa pesohor dunia. Setelah Harvey Weinstein, kali ini giliran raja fashion Sir Philip Green, salah satu bos ritel terbesar di dunia sekaligus pemilik label high-street Fashion top shop dan Topman.

Laporan tentang skandal tersebut awalnya dimuat oleh Daily Telegraph pada Selasa (23/10/2018), namun tanpa menyertakan nama Philip atas perintah pengadilan. 



Philip Green, bos Topshop yang tersandung kasus pelecehan seksual.Philip Green, bos Topshop yang tersandung kasus pelecehan seksual. (Foto: Getty Images)
Sempat menjadi misteri, nama Philip akhirnya disebut sebagai subyek dari pemberitaan tersebut oleh Peter Hain, salah satu anggota Dewan Bangsawan (House of Lords), saat sidang Parlemen Inggris, kemarin. Demikian CNN mengabarkan, Jumat (26/10/2018). 

Peter menyebut Philip dengan kekuasaannya mencoba menyuap berbagai pihak untuk menutupi kebenaran tentang pelecehan seksual, perlakuan rasisme dan bullying yang dilakukannya berulang kali terhadap staf. 

Kabarnya, Philip telah menggelontorkan uang hingga 500 ribu poundsterling atau sekitar Rp 10 miliar untuk urusan legal agar kebusukannya tak bocor ke publik. Daily Telegraph sendiri telah melakukan investigasi selama delapan bulan demi menguak skandal tersebut. 



Philip Green saat pembukaan Tophsop di Hong Kong pada 2013.Philip Green saat pembukaan Tophsop di Hong Kong pada 2013. (Foto: Getty Images)
Tak lama setelah namanya disebut sebagai pelaku di Parlemen Inggris, Philip pun mengeluarkan pernyataan yang menampik tuduhan tersebut. "Menanggapi penuduhan saya sebagai pelaku pelecehan seksual dan rasisme, saya dengan keras menyangkalnya," kata bos grup Arcadia itu.

Di media sosial, netizen menyuarakan ajakan untuk memboikot segala produk keluaran brand yang berada di bawah naungan Arcadia, seperti Topshop dan Dorothy Perkins. Mereka juga menghujat Philip yang selama ini mengklaim diri sebagai pejuang nilai-nilai feminisme. "Stop buying feminist merch. Start supporting women's rights. Stop supporting this man. #MeToo⁠ ⁠#PinkNotGreen," tulis @LouiseRamsay di Twitter. 

Philip Green bersama Kate Moss. Philip Green bersama Kate Moss. (Foto: Getty Images)
Tak hanya itu, mereka juga meminta Kerajaan Inggris untuk segera mencopot gelar 'Sir' yang telah diemban Philip sejak Oktober 2016. 

Philip adalah salah satu pebisnis paling berpengaruh di Inggris dengan kekayaan yang menurut Forbes bernilai US$ 4,5 miliar. Adapun Arcadia Group diestimasi berpenghasilan US$ 2,4 miliar setiap tahunnya. Topshop sendiri memiliki 500-an butik yang tersebar di seluruh penjuru dunia. 


m.detik.com

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru