Rabu, 27 Mei 2026 WIB

Sukseskan Istighotsah PWNU, BKSN PADI Siap Letakkan Sementara 2 Jari, Angkat 10 Jari

Haikal - Jumat, 26 Oktober 2018 16:32 WIB
454 view
Sukseskan Istighotsah PWNU, BKSN PADI Siap Letakkan Sementara 2 Jari, Angkat 10 Jari
Tampak Gus Aam dan Gus Rozaq saat bertemu Cak Anam di Kantin Bunda Astranawa, Surabaya. (FT/MKY)

SURABAYA ? Komitmen Panitia Istighotsah Kubro PWNU Jawa Timur untuk menjaga kemurnian acara istighotsah dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Sumpah Pemuda (HSP) mendapat apresiasi BKSN (Barisan Kiai Santri Nasional) pendukung Prabowo-Sandi. Bahkan BKSN juga mengintruksikan kepada seluruh relawannya untuk menyukseskan acara tersebut.

"Letakkan dulu dua jari, angkat sepuluh jari, mari kita berdoa bersama para masyayikh, agar bangsa ini diselamatkan dari mara bahaya. Sesuai instruksi panitia, jangan ada yang membawa atribut politik," jelas Gus A'am Wahib Wahab, panggilan akrab KH Agus Solachul A'am Wahib Wahab kepada duta.co di Surabaya, Jumat (26/10/2018).

Ketika ditanya bahwa acara itu dihadiri oleh Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, dzurriyah KH A Wahab Chasbullah ini menjawab tidak masalah. "Kan Jokowi sebagai presiden, bukan Capres. Kiai Ma'ruf sebagai Mustasyar PBNU, bukan Cawapres. Ini harus dipilah-pilah. Apalagi yang datang kan tidak hanya pendukung paslon no 1," tegasnya.

Baca Juga:
Hanya Undang Parpol Satu Ritme

Soal undangan, seperti diberitakanbarometerjatim.com, bahwa, panitia istighotsah hanya mengundang sejumlah pimpinan partai politik (Parpol), alias parpol 'khusus' yang betul-betul satu ritme, menurut Gus A'am, itu urusan panitia.

"Kalau ada parpol yang betul-betul satu ritme, berarti ada yang betul-betul tidak satu ritme. Itu urusan panitia, kita datang untuk berdoa," tegasnya.

Baca Juga:

Ketua Panitia Istighotsah Kubro, KH Reza Ahmad Zahid di kantor PWNU kepada barometerjatim.commengatakan hal itu.  "Tidak semuanya diundang, yang betul-betul satu ritme dengan NU (Nahdlatul Ulama) ya," terangnya Kamis (25/10) malam.

Saat ditanya Parpol mana yang satu ritme dengan NU, kiai muda yang akrab disapa Gus Reza itu enggan menyebutkan. "Kami tak bisa sebutkan Parpol A B C D, menyabut nama satu Parpol pun kami enggak akan berani. Enggak bisa," ucapnya.

Terkait antisipasi agar istighotsah kubro berjalan lancar dan tidak disusupi seperti kejadian di Garut, Jawa Barat, Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar sudah membuat lima poin imbauan.

Pertama, memohon kepada seluruh warga NU agar semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Baik itu shalat maupun wiridnya. Kedua, menahan diri dan menahan emosi.

Ketiga, barangkali jamaah punya amalan yang diijazahkan kiai agar diamalkan untuk kebaikan Indonesia. Keempat, warga NU diminta jangan bertindak sendiri.

"Kalau itu menyangkut hukum, serahkan sepenuhya kepada aparat. Kelima, semuanya menunggu perintah kiai dan komando PBNU," tegasnya. (duta.co)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Penegakan Hukum dan Penertiban Aset Daerah, Bupati Herman Gandeng Kejari Inhil
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkoba di Kempas, Sita 129 Butir Ekstasi dan 12,18 Gram Sabu
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
Camat Mandah dan LAMR Kecamatan Mandah Tegaskan Larangan Aktivitas Maksiat dan LGBT di Kawasan Wisata Pantai Solop
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
komentar
beritaTerbaru