Rabu, 27 Mei 2026 WIB

Tokoh Garut Desak Oknum Banser Pembakar Bendera HTI Ditangkap

Haikal - Senin, 22 Oktober 2018 20:28 WIB
204 view
Tokoh Garut Desak Oknum Banser Pembakar Bendera HTI Ditangkap
Ulama Garut mengecam aksi pembakaran bendera HTI di Garut. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Jakarta,  -- Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Bantuan ansor serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU).

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia.

"Banser NU harus segera meminta maaf kepada seluruh umat Islam dunia karena yang dibakar adalah Lailahaillallah Muhammadrasulullah," kata  Tatang lewat video yang diterimaCNNIndonesia.com, Senin (22/10).



Ia sangat kecewa dan tidak rela dengan alasan yang dilontarkan Banser NU untuk membakar bendera HTI dengan dalih menyelamatkan kalimat tauhid.

"Mau itu bendera siapapun atau apapun, itu jelas yang dibakar bendera dengan kalimat tauhid," tegasnya.

Sikap Banser NU itu, imbuh Tatang, telah menyakiti hati seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Aksi pembakaran ia yakini akan menyulut kemarahan yang sangat besar dari kalangan umat Islam yang masih berakidah dan memegang teguh kalimat tauhid.

"Jangan coba-coba sakiti hati umat Islam wahai oknum Banser," geramnya.



Atas aksi tersebut, Tatang meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap oknum pembakar bendera HTI yang ironisnya dilakukan di peringatan hari santri.

"Itu dibakar di hari santri, aparat harus menangkap oknum banser NU pembakar kalimat tauhid itu," tegasnya.

Sebelumnya, beredar video berisi belasan anggota Banser membakar bendera hitam bertuliskan ayat Alquran mirip yang dimiliki HTI. Tindakan itu dilakukan oleh mereka seraya menyanyikan laguSyubanul Wathon.

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal pembakaran bendera yang dianggap bendera HTI itu. Kejadian terjadi saat perayaan Hari Santri di Garut hari Minggu (22/10) lalu.

"Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut," tutur Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com.



Yaqut mengklaim pembakaran bendera yang mirip dengan milik HTI merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid. Menurutnya, anggota Banser tidak akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang tertera pada bendera.

"Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran," kata Yaqut.

"Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, sama mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan," lanjutnya. 

CNN Indonesia

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Penegakan Hukum dan Penertiban Aset Daerah, Bupati Herman Gandeng Kejari Inhil
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkoba di Kempas, Sita 129 Butir Ekstasi dan 12,18 Gram Sabu
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
Camat Mandah dan LAMR Kecamatan Mandah Tegaskan Larangan Aktivitas Maksiat dan LGBT di Kawasan Wisata Pantai Solop
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
komentar
beritaTerbaru