Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Tembilahan, (16/8/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabu
Artikel
Pesisirnews.com-Perusahaan jasa kendaraan yang bernama Go-Jek kini sedang gigit jari nih. Alasannya karena salah satu petinggi perusahaan yang diketahui bernama Brata Santoso telah mengunggah sebuah pernyataan mengejutkan di akun facebooknya. Ia secara terang-terangan mendukung Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang biasa kita sebut LGBT.
Awalnya, VP of Operations and Business Development dari Go-Jek tersebut menceritakan tentang kampanye internal yang dilakukan perusahaan dengan tema #GoingALLin. Nah, kampanye tersebut menerima perbedaan dalam perusahaan termasuk soal LGBT tersebut nih. Dilansir dari laman indotelko.com, kalau ada 30 lebih karyawan Go-Jek yang menganut preferensi seksual tersebut.
Baca Juga:

Sontak, hal ini membuat para warganet terkejut dengan pernyataan tersebut. Ya seperti yang kita tahu selama ini jika Indonesia masih belum sepenuhnya menerima preferensi itu. Akhirnya, status dari Brata Santoso tersebut mengundang kehebohan dunia maya yang ditandai dengan tagar #uninstallgojek. Dari sana, banyak warganet yang memilih untuk berhenti menggunakan layanan kendaraan ternama di Indonesia tersebut. Dibuktikan dengan banyaknya netizen yang mengunggah tangkapan layar ketika meng-uninstall aplikasi dari ponselnya masing-masing.
Baca Juga:

Tak hanya pro, warganet juga ada yang kontra . Tapi, bukan kontra ke LGBT-nya. Namun lebih kepada uninstallaplikasi Go-Jeknya. Yap, Go-jek telah banyak membantu kehidupan orang sehari-hari, termasuk penulis nih. Setiap hari, penulis menggunakan layanan ini untuk berangkat dan pulang dari kantor. Jadi, kalau uninstall ya cukup merugikan lah ya. Mau naik angkutan umum, bisa-bisa telat ke kantornya. Lalu, banyak juga layanan lain dari Go-Jek yang cukup memudahkan yaitu Go-Food. Jika penulis lagi pengen makan sesuatu dan tempatnya jauh, ya tinggal pesan pakai Go-Food. Bukan manja ya, tapi menggunakan fasilitas yang sudah disediakan lebih tepatnya.

Lanjut lagi ke pendapat netizen yang tidak menyetujui aplikasi Go-Jek di-uninstall. Banyak yang bilang kalau tindakan tersebut sangat tidak etis. Sebab, ini hanyalah pendapat dari salah satu karyawan Go-Jek, sehingga tak adil jika semua pegawai dari perusahaan terkena imbasnya. Bayangkan, berapa banyak orang yang akan rugi dengan tindakan uninstall aplikasi. Okelah kalau Go-Jek hanya dijadikan pekerjaan tambahan. Nah, jika Go-Jek hanya satu-satunya profesi, orang tersebut akan rugi berlipat-lipat. Mencari pelanggan sebelum ada fenomena ini saja sudah sulit karena banyak saingan. Apalagi setelah ada kejadian satu ini, mungkin akan lebih susah untuk mendapatkan pelanggan.

Nah, terkait postingan yang telah menyebar di dunia maya ini, manajemen Go-jek akhirnya angkat bicara. Pada postingannya, Manajemen Go-jek menyatakan sangat menghargai keberagaman (diversity). "Kami percaya bahwa ide dan kreatifitas, yang menjadi kunci untuk melahirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat, merupakan buah dari hasil kerjasama berbagai latar belakang, pendidikan, budaya, dan keyakinan. Keberagaman juga menjadi elemen dalam dinamika karyawan kami." Sedangkan untuk postingan dari Brata Santoso tadi, Go-Jek menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan pendapat dan intepretasi pribadi dari salah satu karyawan perusahaan di dalam event internal dengan tema keberagaman.
Memang postingan tentang preferensi seksual yang satu ini cukup sensitif di negara kita ini. Sehingga banyak yang kurang setuju dengan pendapat dari salah satu karyawan Go-jek tersebut. Tapi alangkah lebih baik kita bisa lebih berpikir panjang terhadap dampak dari penghentian penggunaan layanan Go-jek ini. Ya seperti yang sudah penulis jelaskan tadi, kalau akan ada banyak orang merugi dengan tindakan dari #uninstallgojek tersebut. Itu hanyalah pendapat dari satu orang, sedangkan karyawan yang lain belum tentu menyetujuinya. Jadi sebaiknya pikirkan dahulu efek ke depannya seperti apa ya sebelum melakukan sesuatu. Tapi, untuk keputusannya sih kembali kepada pribadi masing-masing saja. Apakah ingin berhenti menggunakan layanan tersebut atau tidak.
Sumber: Boombastis
Tembilahan, (16/8/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabu
Artikel
KATEMAN, Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau digelar di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, S
Artikel
TEMBILAHAN Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas dan strong point pagi di sejumlah titi
Artikel
Indragiri Hilir Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir mulai terjadi sejak 11 Agustus 2026. Hingga Kamis, 13 Ag
Lingkungan
TEMBILAHAN Kebakaran terjadi pada sebuah rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (1
Artikel
INDRAGIRI HILIR Polres Indragiri Hilir menggelar Apel Pergeseran Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi menuju Desa Kuala Selat, Kecamatan Ka
Artikel
INDRAGIRI HILIR Polres Indragiri Hilir menggelar Apel Pergeseran Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi menuju Desa Kuala Selat, Kecamatan Ka
Artikel
Tembilahan, (12/8/2026) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Yasin AlIslami tidak sekadar menjadi agenda
Artikel
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta yang telah diselesaikan p
Artikel
(Pesisirnews.com)Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, melakukan upaya jemput bola untuk mengakselerasi kemajuan dan kesejahteraan masya
Artikel