Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Beginilah Kehidupan Ratna Sarumpaet Dahulu,Di Balik Cap Manusia Hoax

Kenapa kamu kini berubah mbak?
Haikal - Jumat, 05 Oktober 2018 18:58 WIB
353 view
Beginilah Kehidupan Ratna Sarumpaet Dahulu,Di Balik Cap Manusia Hoax

Selain mengenai gempa bumi, baru-baru ini jagad maya juga diramaikan oleh pemberitaan-pemberitaan mengenai Ratna Sarumpaet. Mertua Rio Dewanto ini dikabarkan telah melakukan hoax atau menyebarkan kabar palsu mengenai pengeroyokan yang sempat menimpanya. Seperti sebuah patokan ular cobra, perkataan Bu Ratna itu sukses membuat orang 'keracunan'. Bahkan juga sempat membutakan para pejabat elite dan membuat geger masyarakat umum. Kalau hal itu tidak diungkap Dr Tompi kemungkinan yang terjebak sandiwaranya akan semakin banyak lagi.

Masih berbicara tentang wanita 69 tahun ini, insiden berbohong kepada publik merupakan hal yang bisa dibilang mengejutkan. Pasalnya, sebelumnya Bu Ratna terkenal di masyarakat sebagai aktivis dan pekerja seni yang kerap menyuarakan hak-hak orang tertindas di Indonesia. 

Karier Ratna Sarumpaet dimulai dari dunia seni

Ratna bermain Teater [Sumber Gambar]
Sebelum mengembara di jagad politik Indonesia seperti sekarang, Ibunda dari Atiqah Hasiholan ini ternyata memulai kariernya di dunia seni. Bu Ratna bisa dikatakan terampil dalam beragam jenis seni mulai dari drama sampai teater. Bahkan demi bisa seratus persen mempelajari hal tersebut konon katanya ketika Ratna muda sempat nekad untuk belajar ke WS Rendra. Dan menurut laman Viva.com, debut pertama pementasannya berjudul Rubayat Umar Khayam. Berkaca dari hal tersebut tidak salah jika kabar mengatakan ia dipukuli oleh orang terlihat begitu natural. 

Pekerja seni yang sering diganjar penghargaan

Marsinah menggugat [Sumber Gambar]
Sebagai salah satu pekerja seni, ternyata kemampuan wanita asal Taruntung Sumatra Utara ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi kalau hal tersebut berhubungan dengan kerja Ratna di balik layar sebuah pementasan atau menjadi sutradara, ia begitu handal mengolah sebuah cerita menjadi pertunjukkan berkelas. Seperti salah satu contohnya Filmnya yang berjudul Jamilah dan sang Presiden sukses dianugerahi penghargaan NETPAC Award di Roma, Young Prize dan Public Prize di Prancis. Nah, melihat prestasi itu mungkin kalian bertanya-tanya kenapa ia memilih jadi aktivis? 

Akitivis/Politis yang pandai merangkai sebuah kata

Ratna dan dijalanan [Sumber Gambar]
Selain bakatnya seni akting, Ratna juga merupakan orang lihai dalam urusan tulis-menulis. Kendati tidak banyak karyanya dipajang di rak-rak toko, namun menurut laman Tirto.id yang dikutip dari memoar Chrisye, Ratna muda kerap membuat puisi dan membacakannya dihadapan teman-teman SD. Lewat hal itu kita bisa lihat jika sejak kecil Ratna memang sudah memiliki kepercayaan tinggi yang besar. Kemampuan itu juga membuatnya pada tahun 2010 mengeluarkan sebuah novel berjudul Maluku Korban Cintaku. Selain itu juga, beberapa skenario yang ia tulis juga kerap mendapatkan apresiasi tinggi dari orang lain. Seperti menerima penghargaan sebagai penulis Skenario Festival Film Bandung tahun 2010. Sebuah bakat istimewa yang membuktikan jika tak tamat kuliah bukan penghalang untuknya berprestasi.

Ratna merupakan penggiat Hak Asasi Manusia di Indonesia

Ratna melakukan Orasi [Sumber Gambar]
Berbicara tentang Ratna Sarumpaet seni bukanlah satu-satunya hal yang ia geluti. Selain hal itu, rupannya nenek dari Baby Salma inijuga merupakan penggiat Hak Asasi Manusia di Indonesia. Suaranya kerap lantang mendobrak kebijakan-kebijakan yang 'menyesatkan' rakyat. Tidak itu saja, Ratna juga acap kali membela kaum-kaum tertindas di negeri ini. Seperti contohnya ketika membela kasus Marsinah atau menyuarakan penderitaan rakyat Aceh. Sebuah keberanian yang konon katanya harus dibayar dengan mahal lantaran wanita 69 tahun ini sempat menjadi tahanan sebuah rezim di Indonesia. Melihat beberapa ulasan ini mungkin kalian akan bertanya-tanya kenapa mbak Ratna sekarang begini?. Entahlah apa penyebabnya, tapi yang jelas insiden lalu adalah gambaran jika setiap manusia bisa berubah baik atau juga buruk dan begitu juga sebaliknya. Terlepas dari hal itu, kondisi ini adalah bukti jika Indonesia sekarang begitu rawan akan berita-berita bohong.di lansir dari Boombastis.com Kalau tidak pandai-pandai memilih bisa jadi kita yang menjadi korbannya

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru