Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Memilukan! Polisi Calon Pengantin Sibuk Selamatkan Korban Gempa sebelum Meninggal Digulung Tsunami

- Senin, 01 Oktober 2018 09:30 WIB
356 view
Memilukan! Polisi Calon Pengantin Sibuk Selamatkan Korban Gempa sebelum Meninggal Digulung Tsunami
Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta

PALU ? Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta meninggal dunia akibat digulung tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Calon pengantin ini meninggal saat sibuk menyelamatkan korban gempa.

Brigadir Sukamiarta berhasil menyelamatkan banyak warga. Namun pemuda yang berencana akan menikah bulan depan itu justru tak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Ia gugur dalam tugas.

Anggota polisi asal Jembrana, Bali yang berdinas di Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Palu tersebut meninggal akibat diterjang tsunami.

Baca Juga:

Jenazah Brigadir Sukamiarta ditemukan di pinggir pantai pada Sabtu sore (29/9). Jenazahnya dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka di RS Bhayangkara, Kota Palu.

Saat ini keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah Brigadir Sukamiarta. Keluarga berharap jenazah Brigadir Sukamiarta bisa cepat tiba di kampung halamannya di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Jembrana, Bali.

Baca Juga:

Ibu kandung korban, Ni Gusti Ayu Milih Asih mengatakan, Sukamiarta bertugas di Palu sejak tahun 2005 atau sejak lulus SPN Singaraja.

Sebelum kejadian, Sukamiarta mendapatkan tugas pengamanan perayaan HUT Kota Palu ke-40. Ia sempat menelepon ibunya saat gempa menerjang Palu dan Donggala.

Saat menelepon ibunya, Sukamiarta mengaku sedang sibuk menolong korban gempa. Ia meminta didoakan agar selamat dalam bertugas.

Namun pada Sabtu sore, Ni Gusti Ayu Milih Asih mendapat kabar putra kesayangannya itu menjadi salah satu korban meninggal karena tsunami yang menghancurkan Kota Palu.

"Terakhir kali dia sempat menelepon ke rumah. Minta doa diberi selamat karena sedang membantu korban menyelamatkan warga dari guncangan gempa," kenang Asih.

Sementara masih terkait meninggalnya Brigadir Sukamiarta, Ketut Sumadiya, ipar korban yang juga anggota polisi mengatakan, dengan belum adanya jadwal pasti kapan mendiang diterbangkan ke Bali, keluarga khawatir mendiang akan dikubur massal.

"Kemarin katanya sudah dipulangkan hari ini. Tapi hari ini, informasi setiap jenazah itu akan dipulangkan, menunggu tanda tangan dari pihak keluarga," ungkapnya.

(radarbali/pojoksatu)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru