Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Terapung 49 Hari, Aldi Teringat Pesan Teman Sebelum Diselamatkan Kru Kapal Berbendera Panama

- Kamis, 27 September 2018 07:38 WIB
846 view
Terapung 49 Hari, Aldi Teringat Pesan Teman Sebelum Diselamatkan Kru Kapal Berbendera Panama
Okezone.com
Aldi bertahan dengan makan ikan mentah air laut dan hujan selama 49 hari. Foto: Okezone/KJRI Osaka

Pesisirnews.com - Aldi Novel Adilang (18) warga RT 1, Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, hanyut di lautan sejak 14 Juli sampai 31 Agustus 2018 punya cerita lucu ketika terombang-ambing selama 49 hari di Samudra Pasifik.

Sebelum Aldi ditemukan oleh kapal berbendera Panama, banyak kapal-kapal yang lewat, dari setiap kapal yang lewat Aldi selalu meminta pertolongan, namun sayangnya tidak mendapat respon. Penyebab tidak adanya respon karena Aldi meminta pertolongan lewat Handy Talkie (HT) dengan menggunakan bahasa Indonesia.

"Panggil kapal itu lewat HT, teriak tolong tapi tidak ada respon, mungkin karena beda bahasa," ujar Aldi kepada Okezone sambil tertawa, Rabu (26/9/2018).

Baca Juga:

Untungnya saat kapal berbendera Panama lewat, Aldi teringat pesan temannya yang mengatakan kalau ada kapal besar lewat teriak saja "Help". Aldi pun menerapkannya dan berhasil. Kapal yang sudah melewati Aldi sekira 1 mil itu akhirnya berbalik arah.

Foto: Okezone/Subhan Sabu 

Baca Juga:

Sebelumnya teriakan Aldi tidak mendapat respon karena hanya meneriakkan kata tolong dan melambaikan kaos ke kapal tersebut.

Sampai di atas kapal, bahasa lagi-lagi jadi kendala bagi Aldi untuk berkomunikasi dengan para ABK, sehingga untuk berkomunikasi Aldi hanya menggunakan bahasa isyarat dengan gerakan tangan.

"Mereka pakai bahasa Inggris, saya hanya menggunakan gerakan tangan, dan mereka mengerti," tutur Aldi sembari tertawa kecil.

Sejak diselamatkan pada tanggal 31 Agustus 2018, Aldi masih menempuh perjalanan selama satu minggu menuju Jepang bersama kapal tersebut. Aldi tiba di jepang pada 7 September 2018.

Foto: Okezone/Subhan Sabu 

Selama seminggu dalam kapal, lagi-lagi bahasa jadi kendala bagi Aldi untuk berkomunikasi. Para ABK yang ingin berbicara dengan Aldi harus menggunakan handphone.

"Masing-masing pegang handphone, jadi kalau bicara karena saya tidak mengerti jadi menggunakan google translate," jelas Aldi.

Sekadar diketahui, Aldi hanyut ke lautan bebas setelah tali tambatan rompong, sejenis rumah rakit di lautan yang digunakan untuk menangkap ikan, putus. Petugas pangkalan dua sempat melakukan tindakan penyelamatan kepada Aldi yang terhanyut.

Namun, karena kencangnya angin selatan yang bertiup waktu itu ditambah dengan tinggi gelombang yang mencapai sekitar 1 meter, membuat petugas penyelamat kesulitan menjangkau Aldi.

Aldi pun hanyut sampai ke perairan Guam selama 49 hari, sebelum akhirnya ditemukan oleh oleh kapal berbendera Panama. Aldi berhasil diselamatkan dan dibawa ke Osaka, Jepang.

Selama hanyut Aldi bertahan selama seminggu dengan bahan makanan yang ada di atas rakit. Selebihnya Aldi terpaksa memancing ikan untuk di makan, minum dari air hujan yang ditampungnya bahkan juga air asin yang disaring menggunakan kaos.

"Bahan makanan yang ada sejak pertama tali putus hanya bertahan seminggu, selanjutnya saya memancing ikan terus, pernah makan ikan mentah, ikan bakar, ikan rebus," ujar Aldi.

Pemuda yang pada 30 September 2018 nanti genap berusia 19 tahun ini akhirnya berhasil diselamatkan dan kini sudah berkumpul kembali bersama keluarganya.


Sumber Okezone.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru