Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Dihukum kakak senior squat jump, siswi SMA ini alami gejala lumpuh

- Jumat, 20 Juli 2018 20:29 WIB
384 view
Dihukum kakak senior squat jump, siswi SMA ini alami gejala lumpuh
Hanum siswi SMAN Gondang alami gejala lumpuh. ©2018 Merdeka.com

Pesisirnews.com - Hanum Dwi Aprilia (17), siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Gondang, Mojokerto Jawa Timur, mengalami ngilu pada kedua kakinya dan gejala lumpuh, usai menjalani hukuman squat jump, karena terlambat datang pada kegiatan ekstra kurikuler Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Kini dia masih belum bisa beraktivitas seperti biasanya.

Hukuman squat jump dijalani Hanum karena terlambat datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan UKKI, yang dilaksanakan pada Jumat (14/7) lalu. Karena terlambat, kakak seniornya memberikan hukuman.

Awalnya hukuman yang disepakati oleh teman-temannya hanya hafalan surat-surat pendek Alquran. Namun ada kakak seniornya yang minta hukuman diganti dengan squat jump sebanyak 60 kali setiap anak.

Baca Juga:

"Ada 2 anak yang terlambat datang ke kegiatan untuk persiapan promosi UKKI pada pelaksanaan MOS, Hanum dan temanya. Menurut informasi temanya yang satu kelas, awalnya disepakati hukuman hafalan surat pendek Alquran, tapi ada kakak kelasnya yang minta hukuman squat jump masing masing anak 60 kali. Teman Hanum tidak mau menjalani hukuman, sehingga hukuman itu ditanggung Hanum dan harus melakukan hukuman dua kali lipat," kata Rofiq, pengasuh Pondok Pesantren Al Ghoits.

Baca Juga:

Kondisi sakit dirasakan Hanum setelah pulang ke Pondok Al Ghosith. Namun setelah beberapa hari, kondisinya tidak membaik, malah merasakan ngilu dan sakit pada kakinya hingga tidak bisa berdiri dan berjalan. Untuk aktivitas, Hanum harus dibantu teman temanya satu kamar yang ada di pondok pesantren.

"Awalnya sakit biasa beberapa hari. Dia minta pulang untuk berobat dan kembali ke pondok hari minggu kemarin. tapi hari senin, merasa nyeri dan linu hingga tidak bisa jalan dan beraktivitas. Hari Rabu kemarin dibawa berobat ke pengobatan alternative," jelas Rofiq.

Pihak keluarga Hanum pihak sekolah juga ikut membantu pengobatan Hanum hingga sembuh. Karena dia mengalami sakit setelah kegiatan di sekolah.

"Saya berharap ada toleransi dari pihak sekolah toleransi memikirkan terkait pengobatannya. Tapi dengan catatan pihak sekolah terus ikut mengawasi perkembangan Hanum. Pihak sekolah mengaku tidak tahu soal kegiatan itu," ucap Rofiq.

Sementara Kepala SMA Negeri Gondang Nurul Wakhidah, mengaku tidak tahu kegiatan UKKI yang dilaksanakan oleh siswanya. Kegiatan tersebut di luar jadwal sekolah karena masih masa liburan panjang. Namun pihak sekolah mengaku prihatin dan berjanji akan membantu proses pengobatan Hanum.

"Kegiatan itu inisiatif para siswa untuk persiapan pelaksanaan MOS. Itu di luar jadwal resmi sekolah karena masih masa liburan panjang. Menurut informasi, Hanum terlambat dan dihukum squat jump dan setelah selesai masih bisa beraktivitas setelah di rumah baru sakit. Kita akan membantu proses pengobatannya," kata Nurul Wakhidah, Jumat (20/7).

Kini Hanum masih menjalani perawan pengobatan karena masih mengalami gejala kelumpuhan. Belum diketahui pasti secara medis penyebab lumpuh yang dialami oleh Hanum Dwi Aprilia tersebut.


Sumber Merdeka.com 

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru