Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
Jakarta, Pesisirnews.com - Video seorang polisi menampar wanita beredar dan menyedot perhatian masyarakat. Polda Jawa Tengah memastikan bahwa polisi di dalam video tersebut merupakan Bripka R, anggota Bhabinkamtibmas Polres Blora. Berikut tujuh fakta dugaan kekerasan oknum polisi terhadap perempuan tersebut.
Pertama, dalam video berdurasi 30 detik tersebut, tampak seorang perempuan berbaju pink yang sedang duduk. Ada sejumlah perempuan lain yang juga sedang duduk di sampingnya. Di depan perempuan berbaju pink itu terlihat ada seorang lelaki berseragam polisi.
Kedua, lelaki berseragam polisi itu menampar perempuan berbaju pink. Tak pelak, perempuan itu langsung pingsan dan terjatuh. Perempuan itu terjatuh tepat di dekat seorang anak kecil. Anak itu lantas menangis histeris melihat kejadian tersebut.
Baca Juga:
Ketiga, Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Agus Triatmaja membenarkan bahwa video itu merupakan kejadian di Blora. Saat itu terdapat sebuah acara sedekahan desa yang menggelar panggung. "Nah, perempuan itu berinisial S," tuturnya.
S tersebut merupakan keponakan dari Bripka R. Jadi sebenarnya keduanya merupakan keluarga. "Apa yang dilakukan R itu karena korban membuat malu keluarga," tuturnya.
Baca Juga:
Keempat, saat ini Bripka R sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Jawa Tengah. Dia mengatakan, ada proses hukum untuk Bripka R karena melakukan pemukulan. "Masih diperiksa," terangnya.
Kelima, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Syahardiantono menjelaskan, anak di dalam video itu merupakan anak salah satu pengunjung acara desa tersebut. "Bukan anak dari korban, anak orang lain," ungkapnya.
Keenam, perempuan berinisial S itu latarbelakangnya mengalami gangguan kejiwaan. "Keluarganya mempercayakan kepada Bripka R untuk mengawasinya," ujarnya.
Ketujuh, kemungkinan besar, penamparan itu dilakukan karena Bripka R sudah tidak bisa menahan emosi. Dia menjelaskan, sebagai anggota kepolisian seharusnya Bripka R bisa untuk mengendalikan emosinya. "Polisi itu panutan, baik bagi anggota polisi lain atau masyarakat," terangnya.
Dia menuturkan, kekerasan semacam apapun, walau terhadap keluarga juga tidak diperbolehkan. "Harusnya tinggal dibawa pulang dan dibicarakan bersama orang tuanya," tegasnya.
Sumber jpnn.com
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Artikel
MANDAH Pembangunan jerambah beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dengan Desa Igal, Kecamatan Mandah, menjadi perhatian Pem
Berita
Jakarta Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik d
Artikel
KERITANG Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengamanan dan pendampingan kegiatan ekshumasi atau penggalian kembali jenazah almarhu
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi
Artikel