Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
Malang, Pesisirnews.com - Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71) ditemukan meninggal bersimbah darah dengan kaki terikat di rumahnya yang ada di Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018).
Diduga, purnawirawan Polri yang pernah menjabat Wakapolda Sumatera Utara itu merupakan korban pembunuhan.
Mayat korban awalnya diketahui oleh Gunaryo, salah satu satpam di perumahan tersebut. Ia bersama warga di perumahan itu mendobrak rumah korban atas permintaan istrinya karena ditelepon tidak ada jawaban. Kebetulan, istri korban sedang berada di luar kota sehingga korban berada seorang diri di rumahnya.
Baca Juga:
"Di dalam, di ruang makan ada banyak darah," katanya.
Sementara, korban sudah dalam kondisi meninggal di taman bagian belakang rumah dengan kondisi kaki terikat tali rafia.
Baca Juga:
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, korban berada di jarak sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya bercak darah. Kaki korban terikat tali rafia yang terlilit ke pagar ruangan di lantai tiga.
"Untuk hasil olah TKP di ruang makan itu ditemukan bercak darah. TKP pertama bercak darah dengan korban itu jaraknya sekitar 10 meter, korban berada di halaman belakang. Dengan posisi kaki diikat tali rafia. Kemudian Tali rafianya ini diikat di pagar lantai 3," katanya.
Selain terikat tali rafia, ditemukan luka di paha bagian belakang dan sayatan di kedua tangan korban dan. Di lokasi juga ditemukan baygon serta cairan yang masih dalam proses penyelidikan.
"Ada beberapa luka di tangan, sayatan, kanan kiri. Untuk barang - barang yang ditemukan ada baygon, kemudian ada cairan kami masih belum memastikan itu apa," katanya.
Belum diketahui kapan kejadian itu berlangsung. Asfuri mengatakan, bercak darah di lokasi sudah mulai mengering. Namun, luka di tubuh korban masih mengeluarkan darah.
"Kalau yang di korban, pada saat diangkat itu ada darah keluar, dari tangan. Kami belum memastikan kejadiannya jam berapa. Pada saat kita datang darah sudah agak mengering. Namun saat dibalikkan, masih ada darah yang mengalir," katanya.
Sementara itu, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan autopsi.
Sumber Kompas.comĀ
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Artikel
MANDAH Pembangunan jerambah beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dengan Desa Igal, Kecamatan Mandah, menjadi perhatian Pem
Berita
Jakarta Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik d
Artikel
KERITANG Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengamanan dan pendampingan kegiatan ekshumasi atau penggalian kembali jenazah almarhu
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi
Artikel