Senin, 17 Agustus 2026 WIB
Kasus siswa aniaya guru

Guru Sampang Madura Tewas Bukan Hanya Akibat Pukulan Muridnya, Fakta Mengejutkan Dikuak Ahli Bedah

Haikal - Selasa, 06 Februari 2018 14:23 WIB
545 view
Guru Sampang Madura Tewas Bukan Hanya Akibat Pukulan Muridnya, Fakta Mengejutkan Dikuak Ahli Bedah
istimewa Kondisi Guru budi saat masih hidup dan saat dirawat di RSUD dr Soetomo.

Pesisirnews.com,Netizen belum lupa dengan aksi murid asal SMAN 1 Torjun yang nekat aniaya gurunya hingga berujung tewas.

Berdasarkan kabar terbaru, ternyata Achmad Budi Cahyono meregang nyawa tidak hanya akibat dipukuli anak didiknya sendiri.

Rupanya ada faktor lain yang membuat sang guru honorer tidak dapat bertahan hidup.

Baca Juga:
Murid VS Guru di Sampang
Ahmad Budi Cahyono meninggal (Instagram)

Dikutip wartawan Grid.ID dari Kompas.com, Spesialis Bedah Kepala dan Leher di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Dr Urip Mertedjo mengungkapkan, Budi meninggal karena telah mengalami sesuatu yang fatal.

Alumni Universitas Negeri Malang tersebut diduga mengalami patah tulang leher akibat penganiayaan yang dilakukan muridnya.

Baca Juga:

"Karena dalam tulang leher terdapat saraf pembuluh darah dan saluran pernafasan yang langsung terhubung ke otak," ungkapnya pada Sabtu (3/2/2018).

Sang dokter menduga, ada benturan yang sangat keras di bagian leher, hingga membuat patah.

"Mungkin saat mendapat pukulan dari muridnya, sangat keras sehingga berakibat fatal," lanjut sang dokter yang juga Ketua Forum Pers RSUD Dr Soetomo.

Sianit Sinta (23), istri almarhum Budi saat ditemui di rumahnya, Dusun Jrengik Laok, Desa Jrengik, Kabupaten Sampang, pada Jumat (2/2/2018). Dia saat itu menunjukkan biola yang biasa dipakai bermain suaminya
Sianit Sinta (23), istri almarhum Budi saat ditemui di rumahnya, Dusun Jrengik Laok, Desa Jrengik, Kabupaten Sampang, pada Jumat (2/2/2018). Dia saat itu menunjukkan biola yang biasa dipakai bermain suaminya (SURYA/TRI MULYONO)

Meski demikian, sebenarnya bukan hanya karena faktor ini saja yang menyebabkan sang guru kehilangan nyawanya.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Surya, diduga tenaga pendidik yang mengajar seni lukis ini juga lamban ditangani.

Korban disebutkan hanya dirawat tidak lebih dari 1 jam.

Setelahnya, dirinya dinyatakan telah meninggal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelum dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, korban sempat dilarikan ke Puskesmas lalu ke UGD RSUD Sampang.

"Dari Sampang ke Surabaya kan masih butuh waktu 2 jam," jelas Dr Urip Mertedjo.

Sementara, pasien patah tulang leher perlu penanganan khusus, yakni intubasi.

Pasien idealnya diberikan alat bantu pernafasan yang khusus.

"Lehernya juga tidak boleh bergerak karena kalau lehernya bergerak, akibatnya bisa semakit fatal," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar guru tewas dianiaya siswa ramai diperbincangkan usai resmi diumumkan meninggal pada Kamis (1/2/2018) malam.

Semenjak ramai diperbincangkan, muncul beragam versi cerita terkait peristiwa ini.

Demi meluruskan benang kusut, Polres Sampang menggelar konferensi pers di Mapolres Sampang, Jawa Timur, pada Jumat (2/2/2018) malam.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Kompas.com, AKBP Budi Wadiman selaku Kapolres Sampang menyebutkan, terjadi simpang siur informasi yang beredar di masyarakat.

Bahkan, ungkapnya, ada pula pihak yang langsung mempublikasikan keadaan meski belum mengetahui detail kejadiannya.

Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Grid.ID dengan judul Ahli Bedah Ungkap Fakta Mengejutkan, Guru SMAN 1 Torjun Tewas Bukan Hanya Akibat Pukulan Muridnya.

Tribunjatim.com

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru