Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Ketua ICMI: Kaum Intelektual Tak Usah Ikut Aksi Bela Palestina

Haikal - Jumat, 15 Desember 2017 22:29 WIB
282 view
Ketua ICMI: Kaum Intelektual Tak Usah Ikut Aksi Bela Palestina
Ketua umum ICMI, Jimly Asshidddiqie, memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Ikatan Cendiakawan Muslim Indonesia, Jakarta, 9 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

Pesisirnews.com, Jakarta- Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie menganjurkan anggotanya tidak ikut demo soal pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentangĀ Yerusalemsebagai ibu kota Israel. Ia mengatakan agar anggota ICMI memilih cara lain untuk menyuarakan penolakan klaim Presiden Trump.

"Saya anjurkan kaum intelektual enggak usah lah ikut demo, tapi kita harus setuju menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel," kata Jimly di Jakarta pada Jumat, 15 Desember 2017. "Ndak lah, (ICMI) enggak perlu ikut demo."

Meski begitu, Jimly mengimbau agar semua orang mengekspresikan kekecewaannya akibat klaim sepihak oleh Trump itu. Namun, menurut dia, jangan sampai menggunakan cara yang salah untuk berekspresi yang dapat berujung pada tercorengnya umat muslim sendiri. "Ekspresikan saja kekecewaan, tapi kita tak boleh salah," ujarnya.

Baca Juga:

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengenai Palestina pada Rabu, 13 Desember 2017. Dalam KTT Luar Biasa itu Presiden menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat.

Jokowi meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina. "Serta menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan baik secara bersama maupun secara individu untuk membela Palestina," kata dia.

Baca Juga:

Pada Ahad, 10 Desember 2017, aksi bela Palestina yang diinisiasi Partai Keadilan Sejahtera telah digelar di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sebanyak 4.000 mengikuti aksi tersebut.

Massa aksi yang hadir sudah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB. Mereka menyuarakan protes kepada Presiden AS Donald Trump atas tindakannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017 waktu setempat.

Trump menyebut pengakuanĀ Yerusalemsebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya. Langkah Trump itu memicu cibiran dan kritik keras dari berbagai negara. Sebagian besar menganggap Trump melakukan langkah yang salah dan berpotensi memicu konflik di Timur Tengah mengingat Yerusalem kerap diperebutkan Israel dan Palestina.Tempo.co

SHARE:
beritaTerkait
Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla
Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam
Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif
malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen
Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan
Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak
komentar
beritaTerbaru