Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Gadis 5 Tahun di Filipina Dihukum Ayahnya dengan Ditinggalkan di Hutan

Haikal - Jumat, 15 Desember 2017 17:34 WIB
464 view
Gadis 5 Tahun di Filipina Dihukum Ayahnya dengan Ditinggalkan di Hutan
Felipe Eranzo (tangan diborgol), ayah di Filipina bersama petugas polisi sedang mencari putri kecilnya yang dia tinggalkan di hutan sebagai hukuman. Foto/GMA
MANILA - Seorang gadis berusia lima di Filipina hilang setelah dipukul oleh ayahnya dan ditinggalkan di sebuah hutan. Tindakan sang ayah itu sebagai hukuman karena gadis cilik itu mempermalukannya di depan teman-temannya. Ayah bernama Felipe Eranzo tersebut awalnya meminta bantuan polisi untuk menemukan putrinya. Tapi, dia sekarang menghadapi tuduhan melecehkan anak setelah mengakui bahwa dia dengan sengaja meninggalkan putrinya, Mariafe, di sebuah hutan di Famy, sekitar 60 mil sebelah timur Manila. Dia mengatakan kepada petugas polisi bahwa dia telah minum bersama teman-temannya saat putrinya mempermalukannya. Ketika kembali ke rumah, dia memukul putrinya di bagian belakang leher. Korban dijatuhkan sampai tak sadarkan diri. Eranzo lantas membawa putri kecilnya ke hutan dan meninggalkannya di sana sendirian sebagai hukuman. Ketika kembali ke hutan, dia tidak melihat putrinya lagi. Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan pun diluncurkan. Mengutip laporan GMA, Jumat (15/12/2017), gadis cilik itu hingga kini masih hilang. Sebuah rekaman video menunjukkan Eranzo mengelilingi hutan dengan tangan diborgol oleh petugas polisi. Dia mengajak polisi untuk mencari gadis cilik tersebut. Kisah ini mirip dengan kasus anak laki-laki berusia 7 tahun di Jepang yang ditinggalkan ayahnya di hutan pada tahun lalu. Bocah itu ditinggalkan di hutan sebagai hukuman atas kenakalannya. Bocah lelaki bernama Yamato. Dia dihukum ayahnya, Takayuki Tanooka, karena melempar batu ke mobil saat mereka berada di pulau utara Hokkaido. Beruntung Yamato berhasil ditemukan di sebuah pangkalan militer sejauh tiga mil dari tempat dia ditinggalkan. Dia ditemukan petugas militer setelah dinyatakan hilang selama hampir sepekan. Kasus itu memicu perdebatan publik karena polisi tidak mengajukan tuntutan kepada ayah Yamato. (sindonews)

SHARE:
beritaTerkait
Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla
Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam
Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif
malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen
Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan
Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak
komentar
beritaTerbaru