Minggu, 16 Agustus 2026 WIB

Putranya ‘Tertelan’ Toilet, Ibu Tuntut Kementerian Pendidikan Dasar

- Rabu, 15 November 2017 13:26 WIB
444 view
Putranya ‘Tertelan’ Toilet, Ibu Tuntut Kementerian Pendidikan Dasar
AFRIKA SELATAN – Seorang ibu di Afrika Selatan menuntut ganti rugi terhadap Kementerian Pendidikan Dasar. Wanita bernama Rosina Kamape ini tidak terima puteranya meninggal karena 'tertelan' jamban sekolah.

Hingga hari ini, ibu malang itu  mengaku masih trauma atas kematian putranya yang terjadi pada tahun 2014.

Bocah bernama Michael Komape itu menghilang pada 20 Januari 2014 tidak lama setelah izin pergi ke toilet di Sekolah Dasar Mahlodumela di Provinsi Limpopo.

Rosina diberi tahu oleh kepala sekolah bahwa anaknya tidak kunjung kembali dari toilet.

Baca Juga:

Dilansir dari BBC, Selasa (14/11/2017), Ia mengaku mendengar kesaksian dari teman sekelas putranya bahwa Michael terjatuh ke dalam kakus. Rosina mengklaim hanya bisa melihat potongan lengan utuh bocah berusia lima tahun itu. Akan tetapi, bagian lain dari tubuh Michael Komape hilang ditelan oleh jamban.

Rosina Komape mengaku keluarganya trauma akibat insiden itu. Ia bahkan kehilangan pekerjaannya karena trauma mendalam tersebut.

Baca Juga:

Rosina dan suami, James Komape, pertama kali mengajukan gugatan pada 2015. Akan tetapi, gugatan itu tertunda hingga baru dilaksanakan pada Senin 13 November 2017.

James dan Rosina menggugat Kementerian Pendidikan Dasar Afsel, Kementerian Pendidikan Provinsi Limpopo, dan juga pemilik sekolah. Mereka menganggap ketiga pihak itu lalai atau melanggar hak-hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Keluarga Komape menilai toilet yang menghisap Michael sudah bobrok dan tidak pantas digunakan oleh manusia. Mereka menuntut kompensasi senilai 210 ribu dolar AS (setara Rp2,8 miliar) sebagai ganti rugi atas trauma, duka, biaya perawatan medis, biaya pemakaman, dan kehilangan pekerjaan gara-gara insiden itu.

Dalam dokumen pengadilan, pihak terdakwa menolak tuduhan kelalaian dalam kematian Michael. Mereka menilai meninggalnya Michael Komape adalah sebuah kecelakaan. Sayangnya, respons pemerintah itu justru memicu kemarahan warga Afrika Selatan.

Kematian Michael ternyata membuka betapa buruknya kondisi sanitasi di wilayah pedesaan Afrika Selatan. Pihak keluarga kini berjuang untuk mendapatkan ganti rugi tersebut selama persidangan yang dijadwalkan berlangsung hingga tiga pekan ke depan.(poskotanews.com).

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru