Selasa, 21 Juli 2026 WIB

MUI Kota Dumai Gelar Dialog Remaja Tentang Bahaya Pergaulan Bebas

- Rabu, 02 Desember 2015 16:23 WIB
1.275 view
MUI Kota Dumai Gelar Dialog Remaja Tentang Bahaya Pergaulan Bebas
dika
Dialog MUI Dumai tentang pergaulan bebas.
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Dekandensi moral dikalangan remaja adalah hal serius dan mencemaskan bagi semua anak bangsa yang peduli dengan nasib agama, umat dan negaranya. Krisis moral yang bersifat sporadis dan massif terjadi di kalangan remaja yang ditandai dengan peningkatan angka tindak kriminal di kalangan remaja dan fenomena penyakit sosial yang selalu memenuhi halaman berita baik media cetak maupun media elektronik.

Semua ini tentunya menjadikan miris dan cemas, karena nasib bangsa nantinya akan berada di tangan para remaja sebagai pewaris estapet perjuangan ummat dan agama.

Pergaulan bebas adalah hal menakutkan yang oleh sebagian orang hari ini dianggap biasa dan lumrah dari sebuah kemajuan zaman. Pergaulan ini cenderung bebas dari semua nilai agama dan norma budaya, menghilangkan rasa malu dan tak peduli pada aib dan cela.

Bila manusia sudah hilang malu pada aib dan cela tentunya sikap ini akan merpercepat datangnya musibah dan bercana, karena Allah sangat murka pada hambanya yang tak tahu diri, lupa diri dan tak pandai menempatkan diri.

Berangkat dari permasalahan di atas, MUI Kota Dumai dengan segala keterbatasannya, melakukan sebuah kegiatan kecil dan sederhana, berupa dialog remaja tentang bahaya pergaulan bebas, dengan tiga orang narasumber yakni Lukman Syarif MA, Melliana MM. dan Mulkan Ssy.

Ketiga Narasumber itu memaparkan pemikiran dan pandangan mereka dengan system penalis dan mentor yang dilaksanakan pada Ahad 29 November 2015, bertempat di Yayasan Ahmad As Syarif Dumai.

Kegitan yang diikuti lebih dari 30 peserta yang dibagi menjadi enam kelompok untuk melakukan diskusi kelompok tentang bentuk dan rupa pergaulan bebas hari ini, dan akibat yang ditimbulkannya serta solusi yang ditawarkan untuk menangkal dan jalan keluar dari permasalahan yang ditimbulkannya.

“Alhamdulillah, pada Ahad (29/11/2015) kemarin kita telah melakukan kegiatan sederhana yakni dialog bersama remaja tentang pergaulan bebas. Dari kegiatan dialog yang kita lakukan ini diharapkan bisa meminimlalisir para remaja untuk berbuat hal – hal yang bisa merugikan dirinya sendiri,” ujar Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, melalui rilisnya pada Rabu (2/12/2015).

Ia menyampaikan bahwa remaja Islam hari ini adalah aset termahal yang dimiliki untuk mengukir kecemerlangan hari esok, maka kualitas bangsa dan ummat Islam sangat ditentukan dengan kualitas remaja Islam hari ini.

“ Pergaulan bebas jika terus dibiarkan hanya akan mempercepat proses kehancuran bangsa. Fenomena hamil luar nikah, putus sekolah, tindak kriminal, narkoba, tawuran pelajar dan mahasiswa, balapan liar, berbonceng mesra, mojok berduaan, budaya  cuek dan acuh, banyak tuntutan tapi tak pandai berterimakasih, serta hedonis dan matrealistis adalah potret buram dari nasib bangsa yang dihasilkan oleh pergaulan bebas. Setiap manusia Allah diberikan rahmat akal dan hati untuk dapat membedakan antara, baik dan buruk, benar dan salah serta untung dan rugi dari setiap perbuatan yang akan, sedang dan telah dilakukan,” ujarnya.

MUI Kota Dumai menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada pihak Yayasan Ahmad As Syarif  Dumai yang telah memberikan bantuan tempat demi terselenggaranya Kegiatan ini. (dcp)


Cari berita seputar Dumai lainnya, Silahkan Klik DISINI / DISINI

SHARE:
Tags
MUI
beritaTerkait
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Ketua MUI Inhil Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-79: Teruslah Menjadi Pelindung dan Pengayom Masyarakat
MUI Pusat Bolehkan Warung Buka Siang Hari Saat Ramadan 2022 dan Larang Sweeping
Internal MUI Berharap KH. Miftachul Akhyar Tidak Mengundurkan Diri dari Ketum MUI
MUI Soal Kasus Bahar Smith Seret Nama Kapolri: Urusan Penegak Hukum, Tapi Jangan...
Boleh Mengucapkan Selamat Natal Dalam Konteks Menghormati dan Toleransi
komentar
beritaTerbaru