Sabtu, 05 September 2026 WIB

Kurangi Pengangguran, Perusahaan Harus Jalin MoU dengan SMK Kejuruan

- Rabu, 09 September 2015 22:15 WIB
513 view

DUMAI – Sesuai data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai menyebutkan setiap tahunnya jumlah angka pengangguran mengalami peningkatan mengingat kelulusan tingkat SMA/SMK dan Mahasiswa setiap tahunnya tetap berlangsung.

Ditambah lagi banyaknya warga luar daerah yang hijrah ke daerah ini mencari pekerjaan sehingga menambah catatan pengganguran. Padahal berdasarkan Perda No 10 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan yang menegaskan 70-30 artinya 70 persen warga tempatan dan 30 persen warga luar.

Selain itu, kesepakatan perusahaan yang terkesan belum taat aturan dan dinilai setengah hati dalam menyikapi persentase Perda naker di kota Dumai.

Baca Juga:

" Kondisi inilah yang menjadikan perbandingan naker lokal dengan luar sangat mencolok, apalagi dengan anak lulusan SMK di kota Dumai tiap tahunnya terus meningkat. Hal ini tidak dibarangi oleh jumlah lowongan kerja yang besar dari perusahaan yang beroperasi di kota Dumai. Jadi hal ini perlu adanya perhatian khusus bagi para pemilik perusahaan untuk selalu menjalin kerja sama dengan sekolah kejuruan dalam penempatan lapangan kerja," terang Kepala Sekolah SMKN 2 Dumai, Juzmilita Spd MPI kepada wartawan, kemarin.

Ia menyarankan agar perusahaan khususnya industri dapat menjalin kerjasama dengan sekolah – sekolah kejuruan yang ada di Kota Dumai, khususnya.

Baca Juga:

Menurutnya, hal inilah yang dapat mengurangi tingkat pengangguran, jadi perlu adanya inovasi dan terobosan baru untuk mengurangi pengangguran dengan cara perusahaan wajib menjalin kerjasama atau MoU (Morendum OF Undestending) dengan Sekolah Kejuruan.

Pasalnya, langkah ini lebih tepat dalam mengurangi angka pengangguran di kota Dumai. " Lihat saja dan perhatikan sesuai data dari Disnaker angka pengangguran lulusan SMA/SMK tiap tahun meningkat. Jadi perlu adanya terobosan baru mengurangi hal ini kedepan agar kota Dumai dapat terhindar atau berkurang angka pengangguran setiap tahun," paparnya.  

Kalau di perhatikan realitanya, masih katanya, berapa banyak siswa lulusan SMK dari berbagai jurusan yang membutuhkan pekerjaan setelah selesai pendidikan. Kenyataannya perusahaan di Kota Dumai lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja dari luar Dumai, sedangkan tenaga kerja lokal asal Dumai hanya beberapa orang saja.

" Jujur saja perusahaan itu pasti ada yang tidak beres dalam rekrutmen tenaga kerjanya. Jumlah pengangguran di daerah ini bukan makin berkurang setiap tahunnya, malah terus bertambah dan ditambah lagi perhatian perusahaan yang ada di daerah ini kurang maksimal," terangnya.

Terobosan dan inovasi baru dengan adanya MoU, tambahnya antara sekolah kejuruan dan perusahaan diharapkan dalam penyerapan tenaga kerja perusahaan dapat memprioritaskan siswa kejuruan tamatan Dumai sesuai jurusan dan bidang yang dibutuhkan. Jadi dengan demikian, angka pengangguran dapat berkurang setiap tahunnya.

" Wacana dan inovasi yang terbarukan inilah yang terus sama-sama kita jadi wacanakan terus, agar semua perusahaan dapat lebih memperhatikan kondisi dan lapangan kerja untuk anak tempatan bagi lulusan SMK sederajat dapat lebih diutamakan," pungkasnya. (CP)

SHARE:
beritaTerkait
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja
Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung
Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD
Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan
Yuliantini Hadiri Riau Economic Forum, Inhil Dorong Hilirisasi Komoditas Kelapa
komentar
beritaTerbaru