Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

33.482 Masyrakat Dumai Terganggu Kesehatannya Akibat Kabut Asap

- Sabtu, 10 Oktober 2015 19:56 WIB
774 view
33.482 Masyrakat Dumai Terganggu Kesehatannya Akibat Kabut Asap
dika
Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Setempat, mengeluarkan data yang terhitung sejak Januari hingga Oktober minggu pertama. Sedikitnya telah tercatat 33.482 masyarakat Kota Dumai yang terkena penyakit dampak akibat dari kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Akibat kabut asap yang menyelimuti kondisi udara di Kota Dumai, telah tercatat sedikitnya 33.482 masyarakat Kota Dumai yang terkena berbagai macam penyakit akibat kabut asap, data tesebut terhitung sejak Januari hingga Minggu Pertama Oktober sepanjang tahun 2015," beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H. Paisal.

Dari total 33.482 penyakit tersebut, dirincikan Paisal, pada Januari sebanyak 3.861, Februari sebanyak 3.999, Maret sebanyak 3.395, April sebanyak 3.760, Mei sebanyak 3.219, Juni sebanyak 2.915, Juli sebanyak 3.098, Agustus sebanyak 3.612, disusul peningkatan yang cukup signifikan pada September yakni sebanyak 4.541.

Sementara pada awal Oktober hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 1.082 penyakit yang ditimbulkan akibat kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Dumai. Sementara penyakitnya meliputi penyakit Batuk Pilek, Pneumonia, Asma atau Sesak Nafas, Iritasi Mata dan Kulit.

"Untuk musibah kabut asap ini belum ada yang berakibat fatal atau hingga menyebabkan kematian, akan tetapi kita tetap menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mengurangi aktivitas keluar rumah dan perbanyak minum air putih serta menggunakan masker setiap berpergian keluar rumah," imbau Paisal.

Dari sekian banyaknya penyakit yang ditimbulkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, lanjut Faisal, seluruh penyakit tersebut akan sangat beresiko terhadap Lansia, Ibu Hamil, Bayi dan Anak-anak dibawah umur atau setara dengan Anak-anak setingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

"Tak hanya itu, bagi masyarakat yang sudah atau memiliki riwayat penyakit berbahaya seperti ASMA, dihimbau untuk tidak diluar rumah hingga kondisi udara Kota Dumai kembali pulih atau membaik," ujar Paisal yang juga pernah menjabat sebagai Diirektur RSUD Dumai sembari menambahkan gunakanlah masker selalu jika hendak keluar rumah serta perbanyak minum air putih serta Vitamin atau Susu bagi anak usia dini, guna mencegah berbagai penyakit yang gampang menyerang tumbuh akibat kabut asap ini. (dcp)

(rio )

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Penanganan Bencana Kabut Asap, Jajaran Polres Rohil Bangun Embung dan Kanal
Kabut Asap Hilang dari Langit Palu
Pantau Bencana Kabut Asap, Jokowi Susuri Kampar via Darat
komentar
beritaTerbaru