Jumat, 25 September 2026 WIB

Buni Yani: Dulu Saya Pendukung Ahok, Saya Puji, Tapi Sekarang Kurang Bagus

- Senin, 07 November 2016 15:17 WIB
310 view
Buni Yani: Dulu Saya Pendukung Ahok, Saya Puji, Tapi Sekarang Kurang Bagus
foto : detik.com
Buni Yani (kiri).
JAKARTA - Buni Yani merasa tersudut dengan anggapan banyak orang dirinya sengaja menebar kebencian terhadap Ahok karena menggungah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Buni menyebut dulunya pernah bersimpatik terhadap Ahok, namun kini tidak lagi.

"Saya dituduh jadi corong provokator, penyebar kebencian. Saya dulu pendukung Ahok di awal, saya banyak memuji Beliau di tahun 2012 karena dia baik. Tapi terakhir-terakhir banyak hal yang kurang bagus, contoh dia menggusur," kata Buni Yani dalam jumpa pers di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna said, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Meski tak lagi simpatik, Buni Yani mengaku tidak pernah menyebarkan kebencian terhadap Ahok. Karena itu dia mengganggap tuduhan banyak orang soal dirinya melakukan provokasi melalui media sosial, tidak tepat.

"Tidak ada kebencian yang saya sebarkan. Saya dianggap penjahat penyebar provokator. Dalam hati saya nggak ada sama sekali perasaan itu. Dari dulu saya sudah merasakan jadi minoritas," sambungnya.

Didampingi pengacara termasuk Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Buni Yani menegaskan bukan dirinya yang menggunggah video pidato Ahok ke medsos. Video berdurasi 31 detik menurutnya diunggah akun NKRI dan diunggah ulang dirinya.

"Saya dituduh memotong dari (durasi) 1 jam ke 31 detik. Itu nggak benar, saya dapat dari media NKRI sudah 31 detik. Saya nggak ada waktu editing, nggak ada kemampuan," ujarnya.

Buni Yani keberatan disebut menyunting ulang video tersebut untuk menghapus kata 'pakai' saat Ahok menyebut surat Al Maidah 51.

"(Tuduhan) itu semua bohong. Saya sama sekali tidak mengubah apa-apa di dalam video tersebut. Karena saya tahu itu adalah fitnah. Saya baca UU ITE, UU Pers, UU Penyiaran. Kalau saya melakukan itu pantas (saya) dipenjara, tapi saya tidak melakukan itu. Semoga klarifikasi ini jadi terang di masyarakat," tutur Buni Yani.

SHARE:
beritaTerkait
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM
Tabligh Akbar bersama UAS di Kapolres Rokan Hilir
Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi
Bupati Inhil Sambut Kunjungan Kerja Kajati Riau, Sinergi Antarlembaga Diperkuat
komentar
beritaTerbaru