Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Komponen Cadangan (Komcad) Tentara Nasional Indonesia Hanya Untuk Pertahanan

Haikal - Kamis, 07 Oktober 2021 10:58 WIB
915 view
Komponen Cadangan (Komcad) Tentara Nasional Indonesia Hanya Untuk Pertahanan
Foto Antara

PESISIRNEWS.COM - Komponen Cadangan (Komcab) Tentara Nasiinal Indonesia Jokowi tegaskan hanya untuk pertahanan bukan untuk lainnya.

"Tdak ada komponen cadangan melakukan kegiatan mandiri, perlu saya tegaskan komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain kecuali untuk kepentingan pertahanan," kata presiden Joko Widodo di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat pada Kamis.
Hal tersebut di sampaikan Jokowi saat memimpin upacara penetapan Komponen Cadangan ( Komcad) tahun anggaran 2021, hadir dalam acara tersebut Menhan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal Andika Perkasa, Kasal Laksamana Yudo Margono, Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo beserta pejabat lain.
Presiden mengatakan Komponen Cadangan hanya dipergunakan untuk pertahanan begara, namun demikian Komponen Cadangan selalu siaga jika dipanggil negara.[br]
Presiden menegaskan komponen cadangan dikerahkan bila negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang. Komponen cadangan dimobilisasi presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendaliny berada di bawa Panglima TNI.
Presiden Jokowi menambahkan, masa aktif komponen cadangan tidak setiap hari, tidak setiap saat.
Setelah penetapan ini saudara saudara kembali ke profesi masing masing, anggota komponen cadangan tetap berprofesi seperti biasa, masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat melakukan pelatihan dan pada mobilisasi, Kata jokowi.
Penetapan komponen cadangan tersebut menurut Presiden Jokowi akan semakin memperkokoh sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta Indonesia.
"Pada saat yang sama pemerintah melakukan modernisasi alutsista secara menyeluruh pada semua matra darat, laut, dan udara," ungkap Presiden.
Tidak ketinggalan Indonesia juga memiliki putra putri yang tidak kalah kemampuannya di bidang "science" dan teknologi.
"Ilmuwan-ilmuwan kita, insinyur-insinyur kita sedang melakukan penelitian dan pengembangan di berbagai bidang strategis. Pembuatan fregat buatan Indonesia, termasuk peluru kendali untuk pertahanan udara dan pertahanan laut serta dalam pembangunan kapal selam Indonesia," tambah Presiden.
Jumlah total komponen cadangan yang ditetapkan pada periode 2021 adalah 3.103 orang.[br]
Mereka terdiri dari Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya sejumlah 500 orang, Rindam III Siliwangi sejumlah 500 orang, Rindam IV Diponegoro sejumlah 500 orang, Rindam V Brawijaya sejumlah 500 orang, Rindam XII Tanjung Pura sejumlah 499 orang dan Universitas Pertahanan sebanyak 604 orang.
Pembentukan komponen cadangan sendiri adalah amanat Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Dalam Pasal 7 ayat 2 UU No. 3 Tahun 2002 disebutkan, "Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai Komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung."
Sedangkan pada Pasal 8 dijelaskan:
(1) Komponen cadangan, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama.
(2) Komponen pendukung, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumberdaya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan.(Antara)

Baca Juga:

Baca Juga:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut HLN ke-76, PLN Luncurkan Promo Super Dahsyat untuk Masyarakat dan UMKM
komentar
beritaTerbaru