Sabtu, 26 September 2026 WIB

Jurnalis Ancam Boikot Kegiatan Prabowo Subianto

- Rabu, 12 Desember 2018 13:00 WIB
17.249 view
Jurnalis Ancam Boikot Kegiatan Prabowo Subianto
Jpnn.com

Sejumlah jurnalis mendesak calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf.

Para awak media tidak terima dengan pernyataan Prabowo yang dianggap melecehkan profesi wartawan. Saa pidato di depan para pendukungnya beberapa waktu lalu, Prabowo menyebut para jurnalis sebagai antek yang akan menghancurkan NKRI. Bahkan, minta pendukungnya tidak menghormati jurnalis.

''Kami, jurnalis, merasa dilecehkan dan direndahkan. Prabowo harus minta maaf dan mencabut pernyataannya,'' desak Purwanto, koordinator Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) saat unjuk rasa di depan rumah pemenangan Prasa (Prabowo-Sandi), Ngawi, Jatim, Senin (10/12).

Baca Juga:

Menurut Purwanto, sangat tidak etis seorang calon pemimpin bangsa melontarkan statemen tersebut. Jika tidak puas terhadap pemberitaan yang dibuat para jurnalis, seharusnya disampaikan melalui Dewan Pers.

Sebab, profesi jurnalis di negara ini dilindungi undang-undang. Bukan profesi liar. ''Kalau mau ngritik sampaikan ke Dewan Pers, bukan asal semprot,'' ketusnya.

Baca Juga:

Massa jurnalis mendatangi rumah pemenangan Prasa Ngawi di Jalan MH Thamrin, Margomulyo. Tujuannya, agar tuntutan mereka disampaikan kepada Prabowo Subianto.

Jika tidak segera minta maaf dan mencabut pernyataannya secara terbuka, para jurnalis bakal memboikot semua kegiatan capres tersebut. ''Kami hanya ingin mengingatkan, tidak ada maksud lain. Apalagi kepentingan politik,'' tegasnya.

Massa wartawan pun melanjutkan aksinya dengan long march dari Jalan MH Thamrin ke Jalan Yos Sudarso dan berakhir di Tugu Kartonyono. Sebelum membubarkan diri, mereka berorasi yang ditujukan kepada seluruh masyarakat agar tidak terhasut pernyataan kontroversial tersebut. Aksi itu mendapat kawalan ketat petugas Polres Ngawi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan tim pemenangan Prasa Ngawi Suratno menerima tuntutan PWN. Dia berjanji bakal menyampaikan kepada Prabowo Subianto. Kendati Suratno yakin maksud Prabowo mungkin tidak sepenuhnya seperti yang ditangkap awak media. ''Tapi, kalau pernyataan itu dianggap salah, saya mewakili paslon kami, meminta maaf kepada media,'' ucapnya.

Suratno juga minta semua media menyampaikan informasi secara utuh dan apa adanya. Selain itu, produk berita yang dibuat media harus bisa mendidik serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Jangan sampai media dikuasai pihak yang berkepentingan, apalagi keluar dari prinsip independen.

''Saya tidak tahu salah atau tidak (pernyataan Prabowo, Red), tapi karena semua (media) sudah sampai sini, mewakili tim pemenangan saya minta maaf,'' tegasnya.

Sumber
: Jpnn.com
SHARE:
beritaTerkait
Tim KKP Evakuasi Diduga Bangkai Paus di Perairan Sungai Bahale Mandah
Warga Temukan Jenazah Pria di Dalam Togok Jaring Ikan di Sungai Batang
Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM
komentar
beritaTerbaru