Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Jusuf Kalla: Bendera Tauhid Sesuai Kepercayaan

Haikal - Jumat, 02 November 2018 18:56 WIB
149 view
Jusuf Kalla: Bendera Tauhid Sesuai Kepercayaan
Bendera tauhid/DOK. PR

JATINANGOR, (Pesisirnews.com).- Pemerintah tidak akan mengakui bahwa bendera yang dibakar di Garut oleh Banser NU adalah bendera bertuliskan tauhid. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai mengukuhkan praja muda IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jumat 2 November 2018.


Baca Juga:

Ya tidak perlu, Pemerintah tidak pernah bikin aturan seperti itu. Bahwa masing-masing menganggap itu (bendera tauhid), silakan," kata Jusuf Kalla di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang seperti dilaporkan Antara.

Jusuf Kalla mengatakan, pengakuan terhadap bendera bertuliskan tauhid merupakan kepercayaan masing-masing umat Islam. Sehingga, pemerintah tidak perlu mengakui bendera tersebut sebagai lambang ormas tertentu.

Baca Juga:

Bahwa bendera tauhid sesuai kepercayaan, silakan. Tentu pemerintah tidak pernah menetapkan bendera ini harus begini, bendera itu harus begitu. Tidak," kata Jusuf Kalla.

Ribuan umat Islam melakukan Aksi Bela Tauhid yang dilangsungkan usai salat Jumat, mulai dari Masjid Istiqlal Jakarta menuju Istana Kepresidenan di Jalan Merdeka Utara.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar Banser NU di Garut pada peringatan Hari Santri Nasional karena bendera tersebut dinilai simbol dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia.

Pelaku Aksi Bela Tauhid meminta pemerintah mengakui bahwa bendera hitam yang dibakar di Garut adalah bendera tauhid dan bukan representasi lambang ormas tertentu.

Buka!

Dari Jakarta dilaporkan, massa Aksi Bela Tauhid memaksa petugas agar membuka pagar kawat berduri untuk menuju Istana Presiden di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat 2 November 2018.

Massa berteriak, "buka!" sambil menyongsong menuju pagar kawat berduri. Petugas kepolisian pun siap siaga di balik kawat dengan peralatan keamanannya.

Aksi berlangsung tenang meski menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan, salah satunya di Stasiun Gambir tempat massa melakukan long march.

Massa menggelar Aksi Bela Tauhid pada Jumat siang dari Masjid Istiqlal menuju Istana Presiden. Beberapa ruas jalan seperti di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jalan Merdeka Utara dipasangi pagar kawat berduri untuk kepentingan keamanan.

Lebih dari 12.000 personel Polda Metro Jaya disiagakan untuk mengamankan Aksi Bela Tauhid lanjutan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Ada 12.000 lebih personel yang akan mengamankan aksi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

Kombes Argo menuturkan, kepolisian telah menerima surat pemberitahuan dari penanggung jawab aksi tersebut.



Sumber:pikiranrakyat.com

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Pastikan Penanganan Korban Gigitan Monyet Liar Berjalan Optimal
Kapolres dan Bupati Inhil Turun Langsung Tinjau 11 Korban Gigitan Monyet, Pengobatan Gratis, Perburuan Terus Berlanjut
Bupati Herman Dorong Hotel dan Swalayan Jadi Etalase Produk UMKM Unggulan Inhil
Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan
Bupati Inhil dan Kopalda Riau Silaturahmi Dengan KKSS
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 10 Orang, Tim Gabungan Sisir Permukiman Gunakan Perahu Karet
komentar
beritaTerbaru