Sabtu, 26 September 2026 WIB

AHY Belum Waktunya jadi Wapres, Kalau Menpora Okelah

- Selasa, 13 Maret 2018 13:44 WIB
282 view
AHY Belum Waktunya jadi Wapres, Kalau Menpora Okelah
Jpnn.com

Jakarta, Pesisirnews.com - Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Agus Harimurti Yudhoyono atau karib disapa Mas AHY, belum waktunya menjadi wakil presiden.

Emrus mengatakan, putra presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman yang cukup mumpuni di pemerintahan maupun di politik.

"Saya kira untuk menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019 masih belum tepat. Masih banyak waktu bagi AHY memperdalam dan mengasah kemampuan politiknya terlebih dahulu," ujar Emrus di Jakarta, Selasa (13/3).

Baca Juga:

Pengajar di Universitas Pelita Harapan (UPH) ini menilai, banyak tokoh parpol lain di luar AHYyang lebih pantas mendampingi Jokowi. Termasuk dari partai-partai yang selama ini setia mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Misalnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Ketua Umum PPP Romahurmizy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan beberapa nama lain.

Baca Juga:

Kelebihan ketiga nama tersebut, merupakan pimpinan parpol besar yang dapat diarahkan untuk tetap mendukung Jokowi. Selain itu, ketiganya juga sudah cukup dikenal publik.

Saat ditanya jabatan apa yang dapat ditawarkan pada AHY jika Partai Demokrat mendukung Jokowi di Pilpres 2019, Emrus mengatakan Menteri Pemuda dan Olahraga. Jika mampu menunjukkan prestasi gemilang, barulah AHYmaju di Pilpres 2024. 

Sumber jpnn.com 

SHARE:
beritaTerkait
Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM
Tabligh Akbar bersama UAS di Kapolres Rokan Hilir
Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi
komentar
beritaTerbaru