Selasa, 21 April 2026 WIB

Menkes: Harga Obat Covid-19 Molnuvirapir Tidak Terlalu Mahal, di Bawah Rp 1 Juta

- Senin, 08 November 2021 15:46 WIB
851 view
Menkes: Harga Obat Covid-19 Molnuvirapir Tidak Terlalu Mahal, di Bawah Rp 1 Juta
Tangkapan layar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX yang diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, Senin (8/11/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan obat antivirus Covid-19 jenis Molnuvirapir buatan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck, dibanderol dengan harga di bawah Rp1 juta.

"Hitung-hitungan kami antara 40 sampai 50 dolar, jadi tidak terlalu mahal di bawah Rp 1 juta," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX yang diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin (8/11/2021).

Budi mengatakan Molnupiravir dapat dikonsumsi oleh pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan tingkat saturasi oksigen di atas 95 atau bergejala ringan.

Baca Juga:

"Jadi kalau dia positif tapi saturasi masih di atas 94/95, dikasih obat ini hasil uji klinis di luar negeri 50 persen bisa sembuh. Tidak masuk ke rumah sakit," katanya.

Budi mengatakan konsumsi Molnuvirapir dilakukan selama lima hari selama proses penyembuhan, masing-masing sebanyak delapan tablet.

Baca Juga:

"Jadi kira-kira butuh 40 tablet," ujarnya.

Pemerintah berupaya mendatangkan sekitar 600 ribu hingga 1 juta obat Molnuvirapir pada tahap awal pada Desember 2021 melalui skema pembelian secara langsung kepada produsen.

"Molnupiravir ini sudah memberikan lisensinya ke delapan pabrik di India untuk diproduksi," jelasnya.

[br]

Kehadiran obat itu di Tanah Air diyakini Budi bisa memberikan kesiapan bagi Indonesia menghadapi gelombang lanjutan Covid-19.

"Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau terjadi setidaknya kita punya stok dulu," lanjutnya.

Persiapan pemenuhan obat Covid-19 dalam jangka panjang, kata Budi, juga ditempuh pemerintah lewat pengajuan lisensi kepada produsen Merck atau The Medicines Patent Pool (MPP) yang kini tergabung di United Nations.

"Merck sudah meminta tolong kepada United Nations atau badan yang namanya MPP untuk bisa diberikan grand patennya oleh dia sehingga kita bisa berhubungan dengan mereka," ujarnya lagi.

Budi mengatakan proses itu sudah memasuki tahap finalisasi. Pemerintah juga melibatkan perusahaan BUMN dan swasta untuk produksi di Indonesia.

"Kalau syukur bisa cepat, mudah-mudahan tahun depan kita bisa bikin di sini sehingga memperkuat sistem ketahanan kesehatan kita," pungkasnya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru