Selasa, 21 Juli 2026 WIB

Nama Munir Dijadikan Nama Jalan di Den Haag

- Sabtu, 11 April 2015 20:18 WIB
445 view
Nama Munir Dijadikan Nama Jalan di Den Haag
PESISIRNEWS.COM - Wali Kota Den Haag Jozias van Aartsen akan meresmikan penggunaan nama aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib menjadi nama sebuah jalan sepeda di kotanya, Selasa (14/4/2015) mendatang.

Peresmian tersebut menjajarkan Munir dengan pejuang HAM lain yang namanya lebih dulu diabadikan di Den Haag, seperti Martin Luther King, Nelson Mandela dan Bunda Theresa.

Suciwati, isteri Munir, mengatakan Jozias telah menggagas hal tersebut sejak tahun 2011 silam.

Suciwati bercerita, ketika itu ia sedang menghadiri sebuah pertunjukan film bertema perjuangan HAM di Den Haag tatkala Jozias menyampaikan idenya untuk menggunakan nama Munir sebagai nama jalan.

"Walikota berjanji akan membuat jalan Munir dalam waktu satu sampai lima tahun. Saya paham jika baru terealisasi sekarang. Mungkin memang tidak gampang membuat jalan atas nama seseorang," ujarnya di kantor Kontras, Jakarta, Sabtu (11/4/2015).

Suciwati mengaku sangat tersanjung atas penghargaan yang diberikan kepada suaminya itu. Ia tidak menyangka, nama Munir akan terpatri di Den Haag, kota bernaungnya Mahkamah Internasional, jantungnya peradilan atas pelanggaran HAM.

"Ini luar biasa bagi saya. Tapi ini juga warning bagi Indonesia karena telah abai terhadap perlindungan HAM. HAM hanya ini digunakan untuk meraih kekuasaan, sekedar lip service," ucapnya.

Suciwati berkata, peresmian jalan Munir ini seharusnya menjadi momentum bersama untuk terus mendorong pemerintah Indonesia menyelesaikan berbagai kejahatan HAM.

"Pembunuh Munir masih bebas berkeliaran di luar. Kejahatan HAM belum selesai jika tidak dibawa ke pengadilan," tuturnya.

Pada plang jalan yang akan diresmikan Jozias tertulis ,"Jalan Munir: Munir Said Thalib 1965-2004, advokat pejuang HAM." Peresmian itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Suciwati dan beberapa lembaga yang bergerak di bidang HAM seperti Amnesty International.

Sementara itu, Kontras menyatakan ribuan orang dari 86 negara telah menandatangani petisi yang diinisiasi Amnesty International.

Mereka mendesak Presiden Joko Widodo untuk menggelar penyelidikan independen baru atas pembunuhan Munir.

Tujuannya adalah membawa para pelaku yang merenggut nyawa Munir ke depan hukum sesuai standar HAM yang berlaku secara global.

Petisi tersebut juga mendorong Jokowi menginstruksikan Jaksa Agung Prasetyo untuk mengevaluasi proses hukum yang telah berlangsung atas kasus ini. Petisi itu pun telah diserahkan kepada Jokowi melalui Kementerian Hukum dan HAM.


Sumber:
CNN

SHARE:
beritaTerkait
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas
Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Binaan "Masa Depan Kalian Masih Cerah".
Green Policing dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Digelar di SMPN 02 Tembilahan
Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas
Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil
Bupati Herman Tinjau Lokasi Abrasi di Tanah Merah, Salurkan Bantuan dan Siapkan Langkah Penanganan Jangka Panjang
komentar
beritaTerbaru