Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Kalahkan Senjata AS dan Inggris, Begini Sangarnya SS2-V4 Buatan PT Pindad Milik TNI AD

- Sabtu, 06 April 2019 10:55 WIB
4.100 view
Kalahkan Senjata AS dan Inggris, Begini Sangarnya SS2-V4 Buatan PT Pindad Milik TNI AD

Pesisirnews.com - Keberhasilan TNI Angkatan Darat (AD) menjadi juara sebanyak 12 kali secara berturut-turut di ajang Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2019, tak lepas dari kerja keras dari para peserta di dalamya. Tak hanya itu, kesuksesan mereka juga ditunjang dengan penggunaan senapan terbaru buatan PT.Pindad (Persero) yakni SS2-V4

Dilansir dari Boombastis.com, senapan yang pertama diluncurkan sejak tahun 2006 tersebut. bekerja dengan sistem kerja gas, dengan tembakan yang dipilih serta pengumpanan magasen. Senjata ini pula yang sukses mengantarkan TNI AD menjuarai kompetisi bergengis di negeri kanguru tersebut. Prestasi ini, juga membuktikan bahwa senapan buatan dalam negeri tak kalah dengan pabrikan asing di dunia.

Baca Juga:

Dikembangkan secara intensif dari varian SS1

Diluncurkan pertama kali pada 2006 silam, SS2 merupakan perkembangan dari senapan versi SS1 yang menjadi produksi pertama. Dilansir daripindad.com, senjata ini hadir karena didasarkan pada keinginan untuk menciptakan senapan serbuyang lebih teliti dan lebih ringan.

Baca Juga:
Senapan SS1 Pindad
Senada dengan kemampuan SS1, senapan SS2 bekerja dengan sistem kerja gas, dengan tembakan yang dipilih serta pengumpanan magasen. Hanya saja, perbedaannya terletak dengan penambahan karetbufferdi bagian belakang popor yang bisa meredam hentakkan saat senjata digunakan untuk menembak.

Sempat diproduksi secara terbatas dan diujicoba di ajang lomba menembak internasional

Keberadaan SS2 yang bakal melanjutkan seri dari SS1, tak lepas dari gagasan Panglima TNI yang pada saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Endriartono Soetarto pada 11 April 2011. Dikutip dariangkasareview.com, gagasan tersebut disampaikan pada saat dirinya berkunjung ke Pindad. Tak lama, Dirut BUMN yang kala itu dipimpin oleh Budi Santoso, segera menindaklanjuti permintaan sang Panglima TNI.

Ilsutrasi sempat diikutsertakan dalan ajang menemnak AARM
Mulai Febuari 2004, senapan yang tergolong baru itu kemudian diproduksi secara terbatas sebanyak 50 pucuk saja. Dari jumlah itu, sepuluh buah diikutsertakan dalamlombatembak regional Asean Armies Rifle Meet atau AARM ke-14 di Cilodong, Bogor, Indonesia. Menurut penulis pribadi, pada ajang internasional itulah SS2 yang kemudian dirilis menjadi tiga varian (SS2-V2), ( SS2 V4), dan (SS2-V5), di ujicoba kemampuannya.

Dirilis dalam bentuk standar dan Heavy Barrel

Mengikuti perkembangan senapan yang menyesuaikan kebutuhan di lapangan, Pindad membuat dua varian yakni laras standar danHeavy Barrel(HB). Lamanangkasareview.commenuliskan, yang membedakan dari kedua senapan tersebut terletak pada sisi berat dan ketebalan laras serta corak desainhand guard-nya. Selebihnya, baik versi standar danHeavy Barrel(HB) memiliki desain, bentuk dan komponen yang sama.

Senapan SS2-V4 HB Pindad
Dalam perjalanannya, varian larasHeavy Barrel(HB) dibuat menjadi tiga jenis, yakni senapan serbu SS-2 V1 HB dengan panjang laras 46 cm, SS-2 V2 HB karabin berlaras 40 cm, dan SS-2 V4 HB dengan laras terpanjang 50 cm dan memiliki enam alur laras dengan putaran 178 mm/twist. Khusus untuk SS-2 V4 HB, Pindad melengkapinya dengan teleskop Close Quarter/Tactical (QC/T) buatan Leopard, Amerika Serikat dengan pembesaran 1-3 x 14 mm.

Menjadi senjata andalan Indonesia di berbagai kejuaraan menembak internasional

kejuaraan BISAM yang diselenggarakan pada 21-29 September 2005, menjadi ajang pembuktian dari kehebatan SS-2 V4 HB. Pada lomba yang diikuti oleh Brunei, Filipina, Malaysia, Kamboja, Singapura, Laos, Indonesia, dan Inggris itu, tim penembak Indonesia sukses menjadi jawara dan meraih juara umum. Saat pertandingan berlangsung, kesemua negara peserta memakai M16-A2 buatan AS dan Inggris menggunakan SA80 A2.

Menjadi andalan TNI AD di ajang kejuaraan menembak internasional
Hanya Indonesia sendiri yang mengandalkan SS-2 V4 HB sebagai senapan yang asli buatan dalam negeri. Sejak saat itu, senjata ini kerap digunakan tim penembak TNI AD di berbagai kejuaraan internasional. Seperti yang terjadi baru-baru ini, KontingenIndonesia sukses merah gelar 12 kali berturut-turut pada ajang Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2019 beberapa waktu lalu.

Selain kemampuan menembak yang mumpuni dari tiap individu, keberadaan senjata SS2-V4 di atas juga sanggup berbicara banyak di ajang internasional tersebut. Lahir sebagai varian terbaru yang asli buatan anak bangsa, keberadaan senapan itu sukses mengalahkan nama besar senjata serbu buatan negara lain yang populer di dunia. Pendek kata, SS2-V4 yang digunakan oleh TNI AD, menjadi bukti bahwa negara ini juga bisa menghasilkan senapan berkualitas global.(dan)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Herman dan ketua PMI  Peringati Hari Kesehatan Nasional
Ribuan Warga Padati Lapangan Gajah Mada, Bupati H. Herman Hadiri Malam Puncak HUT TNI ke-80
Ziarah Nasional HUT TNI ke-80, Wabup Inhil Ajak Generasi Muda Hargai Jasa Pahlawan
Berkah Ramadhan, Keluarga Besar TNI dan Polri di Tembilahan Bagikan Takjil Gratis
Sekda Inhil Hadiri Upacara Pelepasan dan Pemakaman Letkol Pom Sugiarto
Pekan Ragam Budaya Nusantara Berakhir Meriah, Penjabat Bupati Indragiri Hilir Mengapresiasi Partisipasi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru