Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Ternyata Betul Indonesia Impor Air Setiap Tahun Ini Buktinya

- Selasa, 19 Februari 2019 12:05 WIB
1.079 view
Ternyata Betul Indonesia Impor Air Setiap Tahun Ini Buktinya
Foto: Debat Kedua Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Holten Sultan, Jakarta, (17/2). (Reuters/Willy Kurniawan)

JAKARTA,PESISIRNEWS.COM-Belakangan ini, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto banyak dibicarakan lantaran menyebut impor air yang kerap dilakukan Indonesia.

"Suatu negara dikatakan bisa berhasil kalau bisa memenuhi pangan untuk rakyatnya, energi untuk rakyatnya, dan air tanpa impor," ujar Prabowo dalam acara debat calon presiden semalam (17/2).


Baca Juga:

BACA JUGA :Ketua-Bhayangkari-Daerah-Riau-Sebut-Setiap-Kunjungan-Kerja--Bakti-Sosial-Menjadi-Prioritas-


Baca Juga:

Dilansir dari cnbc indonesia,Agaknya memang aneh, untuk sebuah negara yang berada di daerah yang memiliki iklim tropis dan memiliki banyak hutan hujan untuk mengimpor air.


BACA JUGA :Gubernur-Riau-Wan-Thamrin-Hasyim-Mulai-Mengemas-Barang


Namun apakah benar bahwa Indonesia mengimpor air?


Berdasarkan rekaman data perdagangan luar negeri yang dikompilasi oleh UN Comtrade (sebuah lembaga PBB), memang benar Indonesia melakukan impor air setiap tahunnya, setidaknya sejak 1989. Sebagai catatan, UN Comtrade mencatat data perdagangan yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)



Air yang dimaksud dalam data perdagangan tersebut adalah semua air yang masuk dalam golongan kode HS 2201.


BAC JUGA :Bupati-Inhil-Resmikan-Gedung-Baru-PAUD-Mutiara-Hati-Desa-Sungai-Ambat--Enok


Berdasarkan penjabaran yang dicantumkan di situs resmi Bea Cukai, defisini untuk barang dengan kode HS 2201 adalah 'Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju'.


Artinya memang benar jika Indonesia kerap melakukan impor air setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2017, jumlah impor air mencapai 3.168 ton (asumsi masa jenis air = 1kg/liter).


Namun demikian, jumlah tersebut relatif kecil bila dibandingkan ekspor air yang juga telah berlangsung setiap tahun. Pada tahun 2017, volume ekspor air mencapai 95.029 ton. Artinya, volume ekspor air Indonesia hampir 30 kali lipat volume impornya. Jadi seharusnya nilai impor air tidak menimbulkan kecemasan.


Akan tetapi bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata harga air yang diimpor jauh lebih mahal ketimbang harga air yang diekspor.


Untuk setiap 1 kg air yang diimpor, Indonesia harus merogoh kocek sebesar US$ 0,76. Sedangkan air yang di ekspor hanya dihargai US$ 0,2/kg.


Sebagai informasi, negara utama asal air impor yang masuk ke Indonesia adalah Prancis. Maka tak heran banyak beredar air minum dengan merk Evian yang harganya relatif lebih mahal di masyarakat.


Sedangkan tujuan utama ekspor air adalah Timor Leste, Filipina, dan Singapura.(zn)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Bupati Inhil Tinjau Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Gubernur, Siap Berlebaran Bersama Masyarakat di Sungai Guntung
Lapor Pak Presiden! Usut Dugaan Penyelewenangan Uang Negara Dibalik Seluruh Penghargaan Dirut PLN
Dukung Asta Cita Presiden, Personel Polres Inhil Cek Urine
Kick Off Ketahanan Pangan di Inhil, Dukung Program Asta Cita Presiden
Daftar Lengkap Susunan Kabinet Merah Putih
komentar
beritaTerbaru