Senin, 28 September 2026 WIB

Tsunami, BNPB: 43 Orang Meninggal Dunia 584 Luka-luka dan 2 Hilang

- Minggu, 23 Desember 2018 10:09 WIB
286 view
Tsunami, BNPB: 43 Orang Meninggal Dunia 584 Luka-luka dan 2 Hilang
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto/Dok/SINDOphoto

Jakarta, Pesisirnews.com - Tsunami menghantam wilayah Pandeglang, Serang, Banten dan Lampung. Akibat musibah tersebut, 43 orang meninggal dunia dan 584 orang luka-luka dan 2 orang menghilang.

"Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/12/2018).

Dia mengatakan, tsunami yang menerjang pesisir Pandeglang dan Lampung tersebut juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah di Kabupaten Pandeglang. "Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak," terang Sutopo.

Selain itu, kata dia, di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

"Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang," terangnya.

Di Lampung Selatan, kata Sutopo, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang. "Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah," ujar Sutopo.

Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat.

"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," kata Sutopo.

Baca Juga:
Sumber
: Sindonews.com
SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Layanan Kesehatan Anak, Bupati Herman Apresiasi Program I-CARE IDAI Riau
Tim KKP Evakuasi Diduga Bangkai Paus di Perairan Sungai Bahale Mandah
Warga Temukan Jenazah Pria di Dalam Togok Jaring Ikan di Sungai Batang
Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
komentar
beritaTerbaru