Senin, 27 Juli 2026 WIB

penyamaran demi penyamaran ISIS Terbongkar

- Senin, 24 Juli 2017 19:24 WIB
523 view
penyamaran demi penyamaran ISIS Terbongkar
Mosul - Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) adalah organisasi teror yang masih dianggap sebagai ancaman dunia. Tak hanya mencaplok sebagian wilayah Irak dan Suriah, kelompok berhaluan ekstrem itu juga menyebarkan pengaruhnya ke penjuru Bumi -- mengubah orang-orang biasa menjadi teroris. 

Pada masa keemasannya, ISIS merupakan organisasi teroris terkaya di dunia dengan jaringan kriminal sangat besar untuk membiayai operasionalnya. Para militan yang sangar gemar memamerkan aksi mereka, memanggul senjata atau memenggal sandera yang tak berdaya. 

Namun, kekuasaan ISIS tak abadi. Belakangan, posisi mereka semakin terdesak. Di Suriah, mereka jadi sasaran bombardir. Sementara, di Irak, mereka kehilangan cengkeraman atas Mosul. 


Kehilangan Mosul merupakan kekalahan terbesar ISIS. Mereka sempat menguasai kota itu selama tiga tahun. 

Baca Juga:

Dalam kondisi terdesak, para militan ISIS ramai-ramai kabur. Beberapa yang nekat melawan, namun ada juga yang melakukan tindakan pengecut: menyamar jadi perempuan. 

Untuk melakukannya, mereka tak segan mengenakan niqab atau bahkan memoles wajah mereka dengan make-up. 

Baca Juga:

Alih-alih berhasil, sejumlah penyamaran terbongkar -- yang membuat pihak yang menangkap mereka, juga dunia, menertawakannya. 

Seperti dilansir dari liputan6.com, Senin (24/7/2017),

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Apresiasi Komitmen Gelibu Indahnyasatuhati dalam Aksi Sosial
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
komentar
beritaTerbaru