Selasa, 08 September 2026 WIB

Negara Terkecil di Dunia Ini Dijual Senilai 11 Triliun

- Rabu, 30 Juli 2014 15:49 WIB
280 view
Negara Terkecil di Dunia Ini Dijual Senilai 11 Triliun
Sealand, negera terkecil di dunia Foto: Istimewa
SEALAND, PESISIRNEWS.com - Memiliki pulau pribadi merupakan sebuah trendsetter gaya hidup fantastis bagi para selebriti dan miliarder masa kini. Jika memiliki pulau pribadi saja disebut hal yang fantastis, apalagi jika membeli sebuah negara?

Adalah Sealand, sebuah negara mikro yang dijual dengan harga sekitar US$ 906 juta atau sekitar Rp 10,59 triliun. Demikian seperti dilansir laman Dubaichronicle. Tak sanggup membeli dengan harga tersebut? Anda masih bisa membeli sepotong kecil wilayah Sealand dengan harga US$ 34. Atau Anda bisa menjadi bangsawan di Sealand jika menyediakan uang sebesar US$ 340 (Rp 3,97 juta).

Dilansir dari Dailymail, Sealand awalnya merupakan bekas sebuah benteng masa Perang Dunia II di Laut Utara yang berdiri 1941. Sealand terletak hanya 10 km dari pantai tenggara Inggris. Sekilas, Sealand terlihat lebih seperti sebuah pengeboran minyak lepas pantai daripada sebuah pulau, lantaran berdiri di atas sebuah anjungan baja yang terbentang di antara dua menara, 11 kilometer lepas pantai Harwich, sebelah timur Inggris.

Bekas Benteng HM Fort Roughs di perairan Suffolk ini dideklarasikan sebagai sebuah negara kerajaan bernama Sealand oleh Roy Bates dan istrinya Joan pada 2 September 1967. Ray Bates dan istrinya Joan mendeklarasikan Sealand dengan mereka sebagai kepala negara bergelar Pangeran Michael dan Putri Joan dari Sealand.

Negara ini luasnya hanya 25.000 meter persegi dan memiliki 30 kamar. Lambang negara Sealand yang dibuat oleh keluarga Bates, memiliki moto "Dari Laut, Kebebasan". 

Sealand memiliki mata uangnya sendiri, Sealand dolar dengan koin bergambar Putri Joan, istri dari pendiri negara ini. Negara ini juga memiliki paspor sendiri. Tak hanya itu, Sealand juga memiliki Perangko yang dikeluarkan sendiri. Hanya saja negara ini masih sering membeli keperluan sehari-hari dari Inggris.

Tempat itu hanya dapat didatangi melalui helikopter dan perahu, tapi menurut sang pemilik, siapapun yang menawar tempat itu seharga lebih dari delapan digit, akan mendapatkan pemandangan laut yang tak terbatas, privacy yang terjamin serta pungutan pajak yang ringan.

"Kami memiliki pulau tersebut selama 40 tahun dan sekarang ayah saya sudah berusia 85," kata Pangeran Michael of Sealand seperti dikutip The Times.

"Mungkin sekarang saatnya untuk `peremajaan`," lanjutnya, seperti dilansir AFP.

Meskipun status kenegaraannya masih diperdebatkan, namun Sealand membanggakan kekuatan militer mereka untuk menjaga kedaulatan mereka dari ancaman negara lain.(SIS)

SHARE:
beritaTerkait
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru