PESISIRNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) memutuskan
melarang imigran asal tujuh negara Muslim Timur Tengah dan Afrika yang
dianggap berbahaya untuk memasuki wilayah AS. Trump pada Rabu
(25/1/2017) dilaporkan akan menandatangani beberapa perintah eksekutif
soal pelarangan bagi imigran asal tujuh negara itu.
Ketujuh
negara Muslim yang dianggap berbahaya antara lain, Suriah, Irak, Iran,
Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Keputusan presiden baru AS ini diungkap
beberapa staf Kongres dan ahli imigrasi yang mengetahui tentang masalah
tersebut kepada
Reuters.
Salah satu perintah eksekutif
yang akan diteken Trump adalah memblokir visa dari yang dikeluarkan
untuk para imigaran asal tujuh negara itu. Larangan maupun pembatasan
bagi imigran asal Timur Tengah dan Afrika untuk masuk wilayah AS akan
berlaku sampai Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam
Negeri dapat membuat proses pemeriksaan yang lebih ketat.
Stephen
Legomsky, mantan penasihat utama Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan
AS di pemerintahan Barack Obama mengatakan bahwa presiden memang
memiliki kewenangan untuk membatasi penerimaan pengungsi dan penerbitan
visa ke negara-negara tertentu terkait kepentingan publik AS.
"Dari
sudut pandang hukum, itu akan menjadi hak hukumnya," kata Legomsky,
yang kini adalah seorang profesor di Washington University School of Law
di St Louis. "Tapi dari sudut pandang kebijakan, itu akan menjadi ide
yang buruk karena ada kebutuhan kemanusiaan yang mendesak sekarang bagi
pengungsi," lanjut dia.
Perintah eksekutif rencananya akan diteken Presiden Trump di markas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Pada
kampanye pemilu, Trump pernah mengusulkan larangan warga Muslim asing
memasuki AS untuk sementara. Alasannya, kata Trump pada saat itu, untuk
melindungi AS dari serangan jihadis.
Usulan Trump saat itu
dipuji banyak pendukungnya yang mencela keputusan mantan Presiden Barack
Obama untuk meningkatkan jumlah penerimaan pengungsi Suriah. Para
pendukung Trump khawatir para pengungsi asal Suriah akan melakukan
serangan di AS.
(sindo)