Sabtu, 05 September 2026 WIB

Kaum Muslim di 20 Kota AS Bersiap Hadapi Demo Kelompok Pembenci Islam

- Sabtu, 10 Oktober 2015 07:31 WIB
322 view
PESISIRNEWS.COM, PHOENIX – Para pemimpin masjid di 20 kota termasuk Phoenix dan Oklahoma sudah bersiap untuk menghadapi demonstrasi anti Islam yang dijadwalkan diselenggarakan pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10) oleh kelompok bersenjata demonstran sayap kanan.

Bahkan berbagai halaman Facebook telah banyak diserukan untuk mendatangi masjid dan melakukan demonstrasi anti Islam. Hal itu diungkapkan oleh organisasi Islam ketika mereka sudah bersedia memberikan pernyataan pada Sabtu (10/10).

"Kami tidak membatalkan ibadah kami pada hari Jumat dan Sabtu, namun kami akan mengerahkan polisi Phoenix jika nantinya para demonstran melakukan kekerasan. Apalagi kami mendengar beberapa demonstran akan membawa senjata tajam," kata Usamah Shami, presiden Pusat Komunitas Islam Phoenix (ICCP), menurut Guardian pada Sabtu (10/10).

Masjid yang merupakan masjid terbesar di Phoenix, yang bisa menampung kurang lebih 800 jamaah untuk shalat Jumat itu salah satu sasaran utama demonstrasi. Polisi Phoenix menegaskan bahwa mereka akan melindungi masjid dan komunitas Muslim di sana, karena secara hukum di Arizona terlarang karena mereka terang-terangan membawa senjata.

Kelompok demonstran tersebut dijuluki dengan Global Rally for Humanity, mereka adalah the Oath Keepers, yaitu kelompok yang memperjuangkan untuk membawa senjata tajam secara terbuka. Dimana Southern Poverty Law Center menyebut mereka sebagai kelompok militeristik dan anti pemerintah.
 
Mereka bahkan mengajak para demonstran berdamai dengan mengundang mereka untuk duduk bersama sambil menikmati pizza dan jus pada hari terakhir demonstrasi. Meskipun sekitar 20 masjid dan pusat Islam telah diidentifikasi dalam posting media sosial, tidak jelas berapa banyak demonstrasi akan berlangsung dan apakah mereka akan dihadiri oleh lebih dari hanya segelintir orang.

Zainab Chaudry, manajer Dewan Hubungan Amerika-Islam di Maryland menyebutkan kasus ini merupakan protes anti Islam terbesar menyusul islamofobia yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini. Menurut dia islamofobia ini terjadi karena salah paham atas pandangan orang awam terhadap ISIS dan Boko Haram.

Terlebih mengemukanya pernyataan Ben Carson yang menegaskan seorang Muslim tidak pantas menduduki jabatan di pemerintahan Amerika beberapa waktu lalu. (rio)

Sumber: Republika.co.id

SHARE:
Tags
AS
beritaTerkait
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja
Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung
Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD
Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan
Yuliantini Hadiri Riau Economic Forum, Inhil Dorong Hilirisasi Komoditas Kelapa
komentar
beritaTerbaru