Rabu, 09 September 2026 WIB

Aksi Penyusup di Laga Final Piala Dunia 2018 Ternyata Berbau Politis

- Senin, 16 Juli 2018 15:06 WIB
945 view
Aksi Penyusup di Laga Final Piala Dunia 2018 Ternyata Berbau Politis

Pesisirnews.com - Pussy Riot, sebuah kelompok aktivis di Rusia yang mengklaim bertanggungjawab atas aksi empat orang yang memasuki lapangan saat laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018) ternyata punya tujuan khusus.

Dikutip dari The Standard, dalam pernyataannya yang diunggah di halaman facebook, kelompok itu mengatakan tindakannya dimaksudkan untuk menarik perhatian soal tindak pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Rusia selama ini.

Selain itu, lewat aksi keempat anggotanya itu, Pussy Riot menuntut pembebasan tahanan politik di Rusia, kebebasan berbicara di internet, kebebasan untuk memprotes, dan memungkinkan persaingan politik.

Baca Juga:

"Piala Dunia telah menunjukkan dengan luar biasa seperti apa polisi di Rusia, tetapi apa yang akan terjadi sesudahnya?" demikian isi pernyataan mereka.

"Apakah Anda tahu bahwa Rusia akan membayar ini kepada FIFA melalui sanksi? Kamu ingin buang hajat di Rusia, bukan?" ujar seseorang dalam video yang diunggah kelompok tersebut.

Baca Juga:

Aksi kelompok ternyata bukan pertama kalinya dilakukan. Pada 2012 lalu tiga anggota Pusy Riot dipenjara karena melakukan aksi protes terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin di sebuah gereja.

Sejak itu, Pussy Riot mendeklarasikan diri sebagai kelompok anti-Kremlin, sehingga aksi  mereka di laga Prancis kontra Kroasia tadi malam WIB itu sebenarnya ditujukan untuk sang presiden yang kebetulan hadir di momen tersebut.


Sumber Pojoksatu.id 

SHARE:
beritaTerkait
Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
komentar
beritaTerbaru